Namun ini jadi perhatian tersendiri bagi masyarakat kita yang belakangan, tengah menghadapi ujian besar. Ujian mempertahankan kebhinekaan negeri kita yang sudah diperjuangkan dengan keringat dan darah para pendahulu kita.
Media Sosial, terutama Twitter, dibanjiri tanda pagar (tagar) #RIPIntan, sebagai bentuk belasungkawa para netizen. Meninggalnya Intan akibat bom di depan gereja seolah juga mengingatkan kita akan “martir” lainnya yang dengan bertaruh nyawa menjaga sesama manusia Indonesia.
Riyanto namanya. Anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang meninggal pada Desember 2004 silam. Riyanto tewas dalam tugasnya kala mengamankan perayaan Hari Natal di sebuah gereja di Mojokerto, Jawa Timur.
“Sahabatku, riyanto..adik kita Intan Olivia Marbun menyusulmu..menjadi MARTIR bagi Kebangsaan & Kebhinekaan Republik Indonesia. #RIPIntan,” kicau akun Twitter @ansor_jatim.