Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

#RIPIntan, Korban Tragedi Bom Samarinda yang Menyayat Hati

Randy Wirayudha , Jurnalis-Senin, 14 November 2016 |19:48 WIB
#RIPIntan, Korban Tragedi Bom Samarinda yang Menyayat Hati
Balita korban bom Samarinda (Foto: Twitter)
A
A
A

JAKARTA – Aksi terorisme di Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 13 November lalu memakan korban jiwa. Yang bikin miris kalbu setiap warga Indonesia, korbannya masih balita.

Aksi bom molotov di sebuah gereja di Samarinda lalu melukai empat balita yang kebetulan, tengah bermain di lokasi pemboman. Satu di antaranya tak bisa tertolong, kendati sudah berusaha dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.

Luka bakarnya sudah mencapai lebih dari 70 persen. (Baca: Balita Korban Ledakan Samarinda Tak Tertolong, Ini Penyebabnya)

Intan Olivia Marbun namanya. Bocah mungil berusia tiga tahun ini seolah jadi martir akibat kebiadaban sekelompok teroris yang mengatasnamakan agama.

Entah bagaimana suasana hati keluarga, mengetahui buah hati mereka yang tak tahu apa-apa, turut jadi korban terorisme. Intan memang bukan satu-satunya, terlebih jika kita menengok ke berbagai konflik di Timur Tengah.

Namun ini jadi perhatian tersendiri bagi masyarakat kita yang belakangan, tengah menghadapi ujian besar. Ujian mempertahankan kebhinekaan negeri kita yang sudah diperjuangkan dengan keringat dan darah para pendahulu kita.

Media Sosial, terutama Twitter, dibanjiri tanda pagar (tagar) #RIPIntan, sebagai bentuk belasungkawa para netizen. Meninggalnya Intan akibat bom di depan gereja seolah juga mengingatkan kita akan “martir” lainnya yang dengan bertaruh nyawa menjaga sesama manusia Indonesia.

Riyanto namanya. Anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang meninggal pada Desember 2004 silam. Riyanto tewas dalam tugasnya kala mengamankan perayaan Hari Natal di sebuah gereja di Mojokerto, Jawa Timur.

“Sahabatku, riyanto..adik kita Intan Olivia Marbun menyusulmu..menjadi MARTIR bagi Kebangsaan & Kebhinekaan Republik Indonesia. #RIPIntan,” kicau akun Twitter @ansor_jatim.

Itu hanya sedikit dari sejumlah ungkapan duka mendalam atas meninggalnya Intan yang menyayat hati di jagad maya. Semoga ini jadi yang terakhir, di mana nyawa anak tak berdosa jadi korban kekerasan dan terorisme di negeri kita yang tercinta.

Tak ketinggalan, berbagai doa juga dipanjatkan kepada tiga balita lainnya yang masih dirawat di rumah sakit. Karena salah satunya kini dalam keadaan kritis dengan luka bakar 50 persen.

(Baca juga: Luka Bakar 50%, Satu Lagi Balita 3 Tahun Korban Bom Samarinda Kritis)

“Satu orang masih bertahan namanya Triniti usianya 3 tahun. Kritis karena luka bakarnya 50 persen," kata Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Dr Rachim Dinata ketika dikonfirmasi Okezone, Senin (14/11/2016). (raw)

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement