PENERBANGAN LaMia 2933 tak jauh dari tujuannya, Bandara Internasional Medellin, Kolombia. Namun, kerusakan fatal pada mesin dan kehabisan bahan bakar membuat pilot harus mendaratkan darurat pesawat tersebut.
Nahas, mereka jatuh keras ke kawasan pegunungan di sekitar Midellin. Otoritas Kolombia menyatakan, 71 penumpangnya meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sebagian besar korban meninggal adalah pemain tim sepakbola Brasil, Chapecoense Real. Hanya enam penumpang selamat, tiga di antaranya anggota tim Chapecoense Real, sedang dua lainnya adalah awak pesawat yang jatuh di Kolombia tersebut dan satu jurnalis.
CNN, Kamis (1/12/2016) merilis transkrip rekaman audio terakhir dari penerbangan LaMia 2933 sebelum pesawat jatuh di Kolombia. Dalam rekaman tersebut terdengar seorang kru pesawat, dengan suara bergetar dan nada khawatir, menyampaikan pesan darurat ke menara kontrol lalu lintas udara di bandara Kolombia.
"Miss, Lima-Mike-India 2933 gagal total, uh, .. listrik dan bahan bakar (kerusakan)," bunyi pesan darurat itu
Kurang dari 30 detik kemudian, kru pesawat yang jatuh di Kolombia itu kembali berkomunikasi. Kali ini, ia panik dan meminta arahan rute untuk mengantre di runway bandara.
Pilot: Lima-Mike India... vectors! Vectors, miss! Vectors to the runway! (Lima-Mike India... arahan! Arahan ke runway!)
Tetapi sinyal radar pesawat jet tersebut hilang. Petugas di menara kontrol lalu lintas udara pun hanya mampu mengarahkan pilot ke arah aman tanpa mengetahui apakah pesawat nahas tersebut mampu mengikuti arahan mereka.
Menara kontrol: Arahan... belok kiri 010 (derajat) dan teruskan ke Rio Negro satu mil di depan perbatasan. Saat ini, keberadaan Anda kami ketahui. Saya mengonfirmasi, belok kiri dengan arah 350.
Pilot: kiri 350.
Menara kontrol: Ya, benar. Anda ada di nol-satu-nol mil menuju perbatasan Rio Negro. Saya tidak memiliki data ketinggian Anda, Lima-Mike-India.
Pilot: 9.000 kaki, miss. Arahan, arahan!
Menara kontrol: Anda 8,2 mil menuju runway. Berapa ketinggian Anda sekarang?
Kemudian hening.
Petugas beristirahat di antara puing pesawat LaMia yang jatuh di Kolombia. (Foto: Reuters)
Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia tidak dapat memastikan keotentikan rekaman tersebut. Rekaman detik-detik terakhir pesawat jatuh di Kolombia itu diputar di media lokal Kolombia pada Rabu 30 November; namun tidak diketahui berapa banyak informasi yang terekam. Dua sumber yang familiar dengan penyelidikan dan mendengar rekaman tersebut mengonfirmasi awak pesawat melaporkan kerusakan sistem listrik dan bahan bakar.
Petugas mengangkat jenazah korban jatuhnya pesawat LaMia menggunakan helikopter. (Foto: Reuters)
Rekaman audio tersebut menguatkan kecurigaan penyelidik bahwa pesawat yang jatuh di Kolombia tersebut kehabisan bahan bakar. Percakapan dalam rekaman itu juga sejalan dengan keterangan saksi mata yang melihat maskapai British Aerospace Avro RJ85 itu turun dengan cepat. Pejabat resmi maskapai hingga kini belum mengonfirmasi keotentikan rekaman itu.
Laporan Saksi Mata
Kopilot Avianca Airlines Juan Sebastian Upedgui menyatakan, ia sedang mendengarkan radio ketika melihat pesawat jet melewati pesawatnya dan turun dengan amat cepat.
"Saya ingat, kru pesawat itu melaporkan sambil menangis, 'Kami mengalami kegagalan sistem listrik total! Kami mengalami kegagalan sistem listrik total! Minta koordinat untuk menuju runway!'" ujar Upedgui.
Dalam rekaman suaranya, Upedgui mengingat, kru pesawat LaMia tidak menyatakan kondisi darurat terkait kurangnya bahan bakar.
"Mereka kekurangan bahan bakar dan tidak menyatakan keadaan darurat?" ujar Upegui.
Pemain bola Brasil Alan Luciano Ruschel mendapatkan perawatan medis setelah selamat dari kecelakaan pesawat jatuh di Kolombia. (Foto: Reuters)
Dalam laporan lainnya, CNN menyebut, Juru Bicara Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia Maria Cristina Pabon menyatakan, dia tidak dapat mengonfirmasi keabsahan pernyataan Upedgui atau rekaman dari menara kontrol yang dirilis media di Kolombia.
"Banyak kebetulan, dan bisa saja itu benar. Tetapi, bagaimanapun juga, semua rekaman disita dan tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhnya," tandas Pabon.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.