Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Napoleon Menjadi Kaisar Pertama dalam Sejarah Prancis

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 02 Desember 2016 |08:01 WIB
HISTORIPEDIA: Napoleon Menjadi Kaisar Pertama dalam Sejarah Prancis
Lukisan The Coronation of Napoleon karya Jacques-Louis David menggambarkan suasana penobatan Kaisar Pertama Prancis. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

PADA 2 Desember 1804, Napoleon Bonaparte dinobatkan menjadi Kaisar Prancis di Katedral Notre Dame, Paris. Dengan gelar Napoleon I, jenderal tersohor itu menjadi orang Prancis pertama yang bergelar kaisar dalam sejarah Negeri Mode.

Napoleon yang ingin membangun legitimasi untuk kekuasaan kekaisaran dengan keluarga kerajaan dan gelar bangsawan baru membuat sebuah upacara penobatan baru yang berbeda dengan upacara penobatan Raja Prancis. Biasanya, para Raja Prancis menjalani upacara penyucian bukan penobatan, dan pemberian minyak oleh Uskup Agung Reims. Sementara itu, upacara penobatan Napoleon dilakukan di katedral di depan Paus Pius VII.

Sebelum memasuki Notre Dame, Napoleon dan istrinya, Josephine, diberi jubah berwarna putih dengan hiasan benang-benang emas. Keduanya menumpang kereta yang ditarik delapan ekor kuda dengan pengawalan sepasukan grenadier dan pasukan elit.

Pada saat penyematan mahkota, Napoleon mengambil mahkota yang diberikan oleh Paus dan menyematkannya sendiri di kepalanya, kemudian menyematkan mahkota permaisuri kepada istrinya yang berlutut. Beberapa pihak penentangnya mengatakan tindakan ini adalah bentuk kesombongan dari Napoleon, namun apa yang dilakukannya diyakini merupakan simbol bahwa Napoleon menjadi Kaisar Prancis karena kekuatannya sendiri dan keinginan rakyatnya, bukan mandat dari gereja.

Vincent Cronin dalam bukunya, Napoleon, menjelaskan, Paus Pius telah mengetahui apa yang ingin dilakukan Napoleon sejak awal dan dia tidak menyatakan keberatan. Napoleon kemudian meletakkan tangan di atas Injil dan mengucapkan sumpahnya menandai dimulainya Kekaisaran Prancis.

Napoleon Bonaparte adalah salah satu jenderal dan ahli strategi militer terbaik dalam sejarah dunia. Karier militer pria kelahiran Corsica pada 1769 itu dengan cepat menanjak di pasukan revolusi Prancis di akhir 1790-an.

Pada 1799, Napoleon yang baru saja mendapat kejayaan dari operasi militer di Mesir kembali ke Prancis dan mengambil alih pemerintahan yang hampir ambruk. Dia memperoleh sejumlah prestasi setelah menjadi Konsul Utama Prancis pada 1800.

Keberhasilan Napoleon dalam bidang militer membuat wilayah kekaisarannya membentang luas dari Sungai Elbe di Eropa Tengah hingga ke Italia di selatan dan dari Pyreness sampai ke Pantai Dalmatian.

Namun, pada 1812, Napoleon mulai mengalami serangkaian kegagalan dalam karier militernya. Setelah gagal menginvasi Rusia, Napoleon kalah dari Spanyol, Inggris,hingga akhirnya dihancurkan oleh pasukan sekutu pada 1814 dan dibuang ke Pulau Elba.

Sempat melarikan diri dan kembali menyusun pasukan pada 1815, Napoleon kembali kalah saat menghadapi pasukan sekutu di bawah pimpinan Duke of Wellington di Waterloo pada Juni 1815.

Menyusul kekalahan ini, Napoleon kembali diasingkan ke Pulau St. Helena hingga akhirnya meninggal dunia karena kanker lambung pada 1821 pada usia 51 tahun. Jenazahnya baru dipulangkan ke Prancis pada 1840 dan dimakamkan dengan upacara yang megah.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement