“Selain mempertaruhkan kredibilitas, penangkapan ini juga telah menarik mundur iklim demokrasi kita. Ibu Rachmawati itu putri seorang proklamator. Ia kini bahkan memiliki keterbatasan fisik, bagaimana bisa ia dituduh menggerakkan makar? Ini benar-benar kelihatan mengada-ada,” tandasnya.
Mantan Jaksa Agung RI Abdurahman Saleh malah tak kalah keras mengecam. Disebutnya, penangkapan itu seolah mengulang gaya subversif Orde Baru.
(Baca juga: Abdurahman Saleh: Aktivis Ditangkap dengan Tudikan Makar, Polisi Lakukan Gaya Orba)
Lebih bagus penegak hukum berhati-hatilah, jangan berulang lagi gaya subversif orde baru dulu. Indonesia ini negara demokrasi, apalagi ada Rachmawati Soekarnoputri. Saya enggak yakin itu sampai mau makar begitu. Makar itu kan cara penggulingan pemerintah dengan cara yang tidak sah,” timpalnya.
Adapun penjelasan lanjutan dari Mabes Polri melalui Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar, bahwa penangkapan terduga pelaku makar itu merupakan langkah strategis Polri. Langkah strategis untuk menangkal pemanfaatan massa aksi 212 dalam jumlah besar.