“Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba – tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” sambugnya.
Jika 1 – 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi, pancaroba, atau penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak. Yunus pun memaparkan sifat-sifat putting beliung atau angin kencang berdurasi singkat.
“Sangat lokal, luasannya berkisar 5 – 10 km, waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit. Lalu lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba),” papar Yunus.
Sifat lainnya ialah lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari. Selanjutnya bergerak secara garis lurus, tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 persen.
“Hanya berasal dari awan Cumulonimbus, bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung, Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama,” tandasnya. (sym)
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.