Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FOKUS: Flashback Kasus-Kasus Makar dan Pertaruhan Reputasi Polri

Randy Wirayudha , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2016 |19:25 WIB
FOKUS: <i>Flashback</i> Kasus-Kasus Makar dan Pertaruhan Reputasi Polri
Reputasi dan kredibilitas Polri dipertaruhkan atas penangkapan 11 orang terduga makar (Foto: SINDO)
A
A
A

Ada yang mengatakan polisi “lebay”, sampai pernyataan soal polisi sudah bergaya subversif “ala” Orde Baru. Di sisi lain, polisi punya keterangan kuat yang menyatakan bahwa ada upaya untuk mengalihkan massa Aksi Demo 212 dalam jumlah besar dari Monas ke Gedung DPR/MPR.

Kegemparan berskala nasional ini tentu jadi perhatian para legislator. Sampai-sampai hari ini Komisi III DPR RI memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk memberi pemaparan dan penjelasan tentang penangkapan 11 orang itu.

(Baca juga: Komisi III: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Isu Makar)

Tapi untuk selebihnya, kita takkan bicara lebih jauh dengan pro dan kontranya. Melainkan lebih kepada action makar itu sendiri dari masa ke masa. Kalau mau menarik sejarah di masa lampau, makar yang juga acap disamakan dengan pemberontakan atau kudeta, sudah terjadi di nusantara sejak abad ke-12.

Tepatnya di tahun 1319 dalam catatan sejarah, ada yang namanya pemberontakan Kuti di Kerajaan Mahapahit di rezim Raja Jayanegara. Adapula di tahun 1549 kala Aria Penangsang makar terhadap Kesultanan Demak.

Hampir di setiap rezim penguasa di negeri ini sejak republik lahir 17 Agustus 1945, tak luput dari terpaan makar. Mulai dari masa Presiden Ir Soekarno, Soeharto, hingga sekarang.

Di masa Soekarno bahkan terjadi sejumlah makar dalam bentuk percobaan pembunuhan terhadap kepala negara. Pertama kali percobaan itu dilakukan Letda (Penerbang) Daniel Alexander Maukar pada 1960.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement