Share

"Pondok Ceria" untuk Pulihkan Trauma Bocah Korban Gempa Pidie Jaya Aceh

ant, · Jum'at 09 Desember 2016 06:54 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 09 340 1562587 pondok-ceria-untuk-pulihkan-trauma-bocah-korban-gempa-pidie-jaya-aceh-8hm3w08aU1.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Seorang balita dilaporkan selamat dari reruntuhan rumah toko (ruko) yang ambruk di pusat ibu kota Kecamatan Meureudu pascagempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Ibunya Mudiawati meninggal dunia dalam musibah bencana alam ini. Di saat dirinya butuh kasih sayang, bocah itu harus tinggal seorang diri.

Bocah itu merupakan satu dari sekian bocah korban bencana gempa tektonik di Aceh sehingga memerlukan perhatian khusus agar traumatiknya hilang dan siap menghadapi kenyataan ke depannya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Balita ini anak almarhumah Mudiawati, S.PdI yang saat kejadian itu satu keluarga tinggal dalam ruko di Meureudu diperkirakan meninggal semua. Korban adalah rekan kami satu tempat mengajar di SMPN 2 Ulim," kata Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie Jaya Nazaruddin.

Ketua Lembaha Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto, berinisiatif mendirikan pondok ceria atau trauma centre untuk memulihkan psikologis anak-anak korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceha. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk berbagi dengan bocah korban bencana alam gempa tektonik tersebut.

"Kedatangan saya ke lokasi bencana akan membangun pondok ceria untuk memulihkan rasa trauma anak-anak korban bencana," katanya di Sigli, Aceh.

Ia menyebutkan kegiatan pondok ceria itu seperti mengajak anak-anak korban bermain, melukis dan bernyanyi, bahkan mendirikan perpustakaan sehingga bisa melupakan peristiwa kehilangan orang tuanya atau sanak saudaranya.

Ini untuk memulihkan kepribadian anak atas dahsyatnya bencana alam hingga diperlukan cara pemulihan dengan melupakan bencana yang pernah dialaminya. Dalam pendirian ini juga akan melibatkan tim psikolog dari Aceh yang tergabung dalam himpunan psikolog.

Kegiatan ini, kata dia, akan dilakukan berkesinambungan sampai selama proses pemulihan pascagempa yang terjadi pada Rabu 7 November pagi itu. Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh lembaganya pada bencana tsunami Aceh dan Yogyakarta.

"Di setiap terjadi bencana alam, kami akan mendirikan pondok ceria untuk trauma healing," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini