CANBERRA - Sebuah karya seni bernama Mick Namarari Tjapaltjarri’s (Perjalanan Mimpi) telah hilang sejak 1981 kini tiba-tiba ditemukan, setelah sebelumnya pada 1978 karya seni tersebut dipinjam oleh Kantor Kementerian Wilayah Utara Australia. Karya seni tersebut juga dikenal dengan istilah 'Papunya' yaitu sejenis karya seni berbentuk papan yang dilukis oleh suku Aborigin (penduduk asli Benua Australia). Papunya Mick yang telah hilang selama tiga dekade tersebut nilainya ditaksir mencapai USD150 ribu atau sekira Rp2 Miliar.
Upaya pencarian Papunya Mick ini sudah dilakukan sudah lama, hingga akhirnya kembali ditemukan oleh seseorang secara tidak sengaja. Penemu karya seni ini adalah Kepala Departemen Pariwisata Australia Alastair Shields. Shields mengaku, menemukan Papunya Mick di ruangan penyimpanan barang bekas kantornya, kemudian memutuskan untuk memajang benda tersebut di salah satu ruangan di kantornya.
"Kupikir ruangan kantor harus berwarna jadi aku memasang hiasan. Tapi, tak ku sangka jika aku telah menggantung karya seni yang nilainya sangat berharga. Aku sangat terkejut dengan kenyataan bahwa benda itu adalah Mick Namarari Tjapaltjarri, salah satu karya seni yang telah hilang selama 35 tahun," ujar Shield sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (13/12/2016).
Secara kebetulan pertemuan resmi yang diselenggarakan oleh departemen pariwisata membuat Direktur Seni, Angela Hill, menemukan papunya menjadi hiasan dinding dan merasa mengenali karya seni tersebut. Kemudian berdasarkan temuan tersebut, seorang sejarawan lokal, Anita Angel, melakukan identifikasi dan ditemukan benar bahwa benda yang sebelumnya hanya dikira hiasan itu adalah karya seni bersejarah Mick Namarari Tjapaltjarri, yang dibuat 44 tahun yang lalu.
Mick Namarari Tjapaltjarri, menggambarkan lika-liku garis yang mengartikan sebuah perjalanan dan menggambarkan empat orang sedang bersama-sama mengelilingi api unggun. Dua orang digambarkan tengah bernyanyi lagu 'padang semak', sementara dua orang lainnya sedang mendengarkan nyanyian tersebut.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Australia, Lauren Moss, mengatakan bahwa sudah sepatutnya mempertimbangkan karya seni tersebut untuk dipamerkan kepada publik.
"Ini sesuatu yang indah, keberuntungan yang membawa akhir hebat untuk misteri yang tak terpecahkan selama 35 tahun dan cara penemuan ini sungguh tidak biasa. Saya dengan senang hati akan menyerahkan karya seni luar biasa ini ke tempat yang seharusnya yaitu Museum dan Galeri Seni Teritori Utara," tutur Moss.
Beruntung karya Mick Namarari Tjapaltjarri ditemukan masih dalam kondisi baik, namun tetap harus dilakukan sejumlah langkah pemulihan sebelum Mick Namarari Tjapaltjarri diikutsertakan dalam pameran seni Tjungungutja pada Juli 2017. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.