Dengan persenjataan dan pengalaman yang minim dari pasukannya, Jenderal George Washington berhasil memimpin perang yang sangat efektif terhadap pasukan Inggris di Amerika. Di sisi lain, ia juga mendorong intervensi Prancis dalam konflik tersebut untuk mewakili kaum koloni.
Hasilnya, pada 19 Oktober 1781 Jenderal Inggris Charles Lord Cornwallis berserta pasukannya di Yorktown, Virginia, menyerah. Jenderal George Washington berhasil mengalahkan salah satu bangsa paling kuat di muka bumi. Ia kembali mengundurkan diri dan menyepi ke Gunung Vernon, Virginia.
Akan tetapi, George kembali ke panggung politik pada 1787 untuk mengawasi Konvensi Konstitusi di Philadelphia. Para perancang konstitusi telah memasukkan namanya sebagai Presiden AS. Benar saja, pada 1789 George Washington dipilih sebagai Presiden AS pertama sepanjang sejarah.
Sebagai Presiden AS, George Washington berupaya keras menyatukan negara dan melindungi kepentingannya di dalam dan luar negeri. Ia sangat sukses menjalankan kepemimpinan di level eksekutif. Ia juga berhasil memasukkan nama politikus berbakat seperti Alexander Hamilton dan Thomas Jefferson ke dalam jajaran kabinetnya. George Washington terpilih kembali untuk kedua kalinya pada 1792, tetapi menolak dicalonkan untuk ketiga kalinya pada 1796.
Ia kemudian mulai memasuki masa pensiun pada 1797 dan kembali memilih menyepi di Virginia hingga meninggal pada 1799. Rekannya, Henry Lee, menerbitkan sebuah eulogi yang terkenal bagi sang bapak bangsa. “Terdepan dalam perang, terdepan dalam perdamaian, dan terdepan di hati setiap warga AS,” ujar Lee.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.