Sebut Isu Bom Pengalihan Isu, Kadin Provinsi Kepri Diperiksa Polisi

Muhammad Arief , Koran SI · Kamis 22 Desember 2016 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 22 340 1573462 sebut-isu-bom-pengalihan-isu-kadin-provinsi-kepri-diperiksa-polisi-4AeKxMQC60.jpg Ilustrasi

BATAM - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri, Maruf Maulana, dipanggil penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri terkait pelecehan bom termos yang menyinggung Instansi Kepolisian pada salah satu group whatsApp.

"Yang bersangkutan diperiksa sejak pagi oleh penyidik, statusnya masih sebagai saksi," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (22/12).

Bom termos dimaksud adalah gambar seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom yang menempel pada dada lelaki pada gambar tersebut.

Bagian paling atas terdapat tulisan "kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal". Lalu di bagian bawah gambar terdapat lagi tulisan ''coba alihkan isu dengan bom termos". "Gambar tersebut ada kaitannya dengan bom panci pada Sabtu, 10 Desember 2016 lalu di Bekasi," jelas Sam.

Menurut Sam, tidak sepatutnya Maruf Maulana sebagai salah satu tokoh Kadin Kepri membuat postingan yang membuat pihak lain tersinggung. "Postingan tersebut tidak menghargai kinerja Polisi," ujarnya.

Terkait kasus pelecahan yang dilakukan Ma'ruf, sambungnya, enam orang saksi sudah dimintai keterangan serta satu saksi ahli. Ma'ruf dikenakan Undang-Undang Republik Indonesia pasal 45 ayat 3 nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008.

"Penyidik mengenakan tiga pasal, di antaranya pasal 27 pasal, pasal 45 dan pasal 207, dengan ancaman enam tahun penjara," jelas Sam.

Sementara Ma'ruf Maulana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh Instansi Kepolisian Republik Indonesia serta seluruh elemen masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja kepolisian yang begitu baik.

"Saya mohon maaf dan sangat menyesal atas apa yang saya lakukan. Saya khilaf, seharusnya saya tidak melakukan hal tersebut," ujarnya singkat.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini