Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TOP FILES: Cikal Bakal Kalender Hijriah dan Bedanya dengan Masehi

Randy Wirayudha , Jurnalis-Minggu, 01 Januari 2017 |10:11 WIB
TOP FILES: Cikal Bakal Kalender Hijriah dan Bedanya dengan Masehi
Ilustrasi Kalender Islam atau Kalender Hijriah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Seperti tanggal 1 Muharram yang jadi momen tahun baruannya umat Islam, 10 Muharram yang jadi Hari Asyura, 12 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab Isra’ Mi’raj, 1 Ramadhan hari pertama berpuasa, 17 Ramadhan malam Nuzulul Quran, 8 Dzulhijjah Hari Tarwiyah (muslim berhaji), 9 Dzulhijjah wukuf di Padang Arafah, 10 Dzulhijjah Hari Raya Idul Adha, serta 11-12-13 Dzulhijjah Hari Tasyriq.

Setelah mengenal sedikit banyak informasi di atas soal hari, tanggal dan bulan serta perbedaannya antara Kalender Hijriah dengan Masehi, tentu tak lengkap rasanya jika tak juga menyinggung sejarahnya.

Disebutkan dalam berbagai sumber, Kalender Hijriah pertama kali digunakan pada saat peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Momen itu ditetapkan sebagai Tahun 1 Hijriah yang jika disetarakan dengan Kalender Masehi, jatuhnya pada tahun 622 M.

Kendati begitu, penetapan “resminya” baru dilakukan pasca-Rasulullah wafat. Tepatnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634-644), dengan mendasarkan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement