Share

7 Perusahaan Jadi Tersangka Atas Musibah Banjir Bandang Garut

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 05 Januari 2017 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 05 525 1584269 7-perusahaan-jadi-tersangka-atas-musibah-banjir-bandang-garut-CqmFtfnKVi.JPG Banjir Bandang di Garut (Foto: Antara)

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, menetapkan tujuh perusahaan sebagai tersangka kasus kerusakan hulu sungai Cimanuk, yang menyebabkan banjir bandang, pada 19 September 2016.

Ketujuh perusahaan tersebut, diantaranya berinisial PD, DP, SAD, PJD, BRI, DI, dan PT AJ.

Enam di antara perusahan yang ditetapkan sebagai tersangka, merupakan perusahaan yang tidak memiliki izin pemanfaatan ruang dan tidak dilengkapi dokumen lingkungan.

Sementara itu, satu perusahaan yang juga telah di jadikan tersangka yakni merupakan perusahaaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak menerapkan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

"Semuanya sudah di police line dan dilarang untuk beroperasi," ujar KabidHumas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (5/12/2017).

"Kita masih periksa itu (perusahaan), penetapan tersangka masih pada Perusahaannya, nanti dari situ kemungkinan direksi dari setiap perusahaannya kita periksa," ucap Yuri menambahkan.

Ketujuh perusaahan terbukti telah melanggar UU RI 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 98 ayat 1 dan Pasal 109. Serta beberapa di antaranya melanggar UU 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Pasal 40 dan Pasal 19 Ayat 1.

Sementara, tersangka PT AJ melanggar menyangkut penataan ruang yang diatur pada UU RI No 26 Tahun 2007 Pasal 70 Ayat 1, Pasal 61 Huruf b‎, dan Pasal 71, serta melanggar UU RI No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan Pasal 70.

Kerusakan banjir bandang di Kabupaten Garut, dikarenakan rusaknya hulu sungai Cimahin yang mengakibatkan banjir yang telah memakan 34 orang menghilang dan belasan lainnya masih dinyatakan hilang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini