Trump Indikasikan Pencabutan Sanksi terhadap Rusia

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 15 Januari 2017 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 15 18 1591770 trump-indikasikan-pencabutan-sanksi-terhadap-rusia-5lA0Y8Rqre.jpg Presiden AS terpilih Donald Trump mengindikasikan pencabutan sanksi Rusia (Foto: Mike Segar/Reuters)

NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald John Trump mengindikasikan sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan Barack Obama kepada Rusia bisa saja dicabut asalkan Negeri Beruang Merah mau bekerja sama dalam melawan teroris dan dalam beberapa bidang.

Kendati demikian, Donald Trump menyatakan sanksi akan tetap berlaku terhadap Rusia untuk sementara waktu. Sebab, hubungan pria berusia 70 tahun itu dengan Istana Kepresidenan Rusia, Kremlin, tengah diawasi dengan ketat.

“Jika Anda mengenal dekat dan Rusia benar-benar membantu kami, kenapa ada seseorang menjatuhkan sanksi kepada orang lain jika ia melakukan pekerjaan yang luar biasa?” ujar Donald Trump dalam wawancara dengan Wall Street Journal, seperti dimuat Independent, Minggu (15/1/2017).

Pemerintahan Barack Obama menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia setelah aneksasi Semenanjung Krimea pada 2014. Washington juga mendeportasi 35 orang diplomat asal Moskow sebagai balasan atas dugaan serangan siber dari Rusia yang menggangu pemilihan presiden (pilpres).

Sejumlah sanksi, termasuk larangan bepergian dan pembekuan aset, terhadap beberapa pejabat Rusia atas konflik Krimea dan Ukraina akan kedaluwarsa pada Januari 2017. Di masa akhir jabatannya, Obama sempat meminta agar sanksi tetap diberlakukan. Pria berusia 55 tahun itu mewanti-wanti Trump bahwa Rusia bukanlah sekutu AS dan tipe mitra yang bisa dipercaya sepenuhnya.

Anggapan miring tersebut tidak menghalangi langkah Donald Trump untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pengusaha asal New York itu menyatakan siap bertemu dengan Putin setelah inagurasi yang akan dilakukan pada Jumat 20 Januari mendatang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini