Trump Nobatkan Menantunya, Jared Kushner sebagai Pejabat Gedung Putih

Silviana Dharma, Okezone · Senin 23 Januari 2017 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 23 18 1598230 trump-nobatkan-menantunya-jared-kushner-sebagai-pejabat-gedung-putih-cN5i3Mt4nt.jpg Jared Kushner, Ivanka dan Donald Trump. (Foto: Getty)

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengesahkan penobatan menantunya Jared Kushner beserta 30 orang lainnya sebagai penasihat senior dan staf Gedung Putih. Selain suami Ivanka, pemilik media Breitbart, Steve Bannon yang banyak membantu selama kampanye pilpres juga disumpah dalam kesempatan ini.

Berbicara dari East Room yang ikonik di Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa mereka harus menyandang gelar tersebut sebagai suatu kehormatan besar. Sebab seluruh rakyat AS akan menggantungkan hidupnya di bahu mereka.

"Termasuk para veteran, pengangguran, pria dan perempuan yang mengabdi kepada negara dalam situasi bahaya di luar negeri, korban kejahatan dan pemuda AS yang mencari jalan untuk mewujudkan impian mereka," imbuhnya, seperti disunting dari Independent, Senin (23/1/2017).

Pada dasarnya, acara pengambilan sumpah ini secara formalitas dipimpin oleh Wakil Presiden Mike Pence. Saat ia membacakan sumpah, para staf mengangkat tangan kanan mereka dan mengulangi perkataannya.

Kushner yang merupakan suami dari putri sulung Trump, Ivanka, telah lama diberitakan akan menjadi bagian dari pemerintahan sang miliarder. Meskipun ada kekhawatiran soal nepotisme, Trump pada akhirnya tetap mengambil sang menantu jadi pejabat di lingkar terdekatnya, yakni penasihat senior di Gedung Putih.

Latar belakang Kushner yang penganut Yahudi diharapkan dapat membantu Trump menjembatani hubungan AS dan Israel. Khususnya dalam hal berkomunikasi dan bernegosiasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut sebuah artikel di New York Magazine, Kushner sebelumnya adalah pendukung setia Demokrat. Akan tetapi, demi ayah mertuanya dia rela meninggalkan partai biru itu dan beralih ke Republik.

Selama ini, dia bertanggung jawab mengatur pertemuan penting dengan eksekutif teknologi di Trump Tower. Salah satunya dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Kushner juga disebut-sebut sebagai orang yang berjasa membangun sebuah database untuk perusahaan Trump dan memungkinkannya memenangkan pilpres AS 2016.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini