SEBELUM pecah Perang Dunia II pada 1939, “proxy war” atau perang yang diwakilkan sudah lebih dulu terjadi di Spanyol. Uni Soviet dan Jerman (Nazi) berada di belakang layar pergolakan Perang Sipil Spanyol atau “Guerra Civil” sepanjang dua tahun (1936-1938).
Perang dua tahun itu memang pada akhirnya dimenangkan kaum fasis pimpinan Francisco Franco yang disokong Jerman (Nazi). Tapi di balik itu, ternyata ada cerita tentang keterlibatan orang Indonesia atau dulu kita menyebutnya Hindia Belanda dalam perang saudara itu.
Keterlibatan pemuda Tionghoa asal (Pulau) Jawa yang ikut Brigadas Internacionales atau Brigade Internasional, salah satu unit paramiliter sukarelawan yang memihak kaum republik dalam Guerra Civil.
Dituliskan Iwan Santosa dalam buku ‘Tionghoa dalam Sejarah Kemiliteran: Sejak Nusantara sampai Indonesia’, sejumlah pilot dan seorang dokter Tionghoa Jawa yang terlibat.
Salah satunya yang bisa terlacak identitasnya adalah Henry Hoo (Hoo Chi Sui). Pemuda Tionghoa asal Surabaya kelahiran 1922 yang kebetulan tengah merantau ke Eropa pada 1935, secara sukarela mendaftar jadi bagian Brigade Internasional sebagai pilot pesawat tempur.
Ada lagi seorang dokter Tionghoa yang juga berasal dari Jawa, Tio Oen Bik yang ikut penanganan medis gerilyawan republik maupun korban sipil Perang Saudara Spanyol.
Entah berapa pemuda Tionghoa totalnya yang ikut dalam Perang Saudara Spanyol itu dan bagaimana nasib mereka kemudian. Yang pasti, fakta para pemuda Tionghoa ikut dalam Perang Saudara Spanyol itu pernah juga dipublikasikan Majalah Sin Po.
Dalam edisinya tahun 1938, majalah itu menuliskan artikel “Djoeroe Terbang Tionghoa dari Java yang toeroet perang di Europa (Spanje)”.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.