BANYUASIN - Pohon pisang pada umumnya hanya memiliki satu tandan dan jantung. Anehnya di Kelurahan Rimba Asam, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, tumbuh pohon pisang yang memiliki empat tandan dan jantung sekaligus.
Tak hanya itu, dari salah satu tandan pisang teraebut, kerap mengucurkan air bening. Munculnya pohon pisang bertandan empat ini pun dalam waktu cepat menjadi buah bibir warga. Mereka pun berbondong-bondong ingin mendapatkan khasiat dari pisang langka itu.
Madi (30), warga setempat yang ikut menunggu mengambil air pisang aneh itu mengaku, mengambil airnya untuk mengobati sakit kepala yang kerap dideritanya.
"Ada yang bilang, air pisang ini mujarab untuk segala penyakit. Percaya tidak percaya sih, tapi bole lah dicoba. Kalau tuhan berkehendak, bisa saja ini jadi obat mujarab," tuturnya, Senin 30 Januari 2017.
Sementara itu, Irawan (35) warga Bom Berlian, Banyuasin, yang juga ikut menyaksikan pisang itu terlihat asyik selfie. Ia ingin mengabadikan dirinya dengan pisang tidak lazim tersebut. "Ini kejadian langka, mungkin seribu satu yang seperti ini," katanya.
Namun, ia kurang setuju dengan tingkah sejumlah warga yang berspekulasi meminum air cucuran pohon pisang itu untuk obat. "Merinding juga melihatnya, ini kan belum teruji khasiat. Bukannya jadi obat, bisa-bisa bikin sakit perut," ujar Irawan.
Gunawan (47), pemiliki pisang langka itu mengatakan dirinya tak memberikan perhatian khusus terhadap pisang tersebut. "Awalnya normal seperti biasa, tumbuh satu tandan. Kemudian, selang beberapa hari tumbuh lagi," tuturnya.
Terkait banyak yang menganggap pisang itu bisa untuk obat, menurut Gunawan, hal tersebut tergantung keyakinan orang masing-masing. "Kalau itu saya tidak tahu, tergantung orang nya, mungkin," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Babul Ibrahim mengatakan secara ilmiah pisang bertandan banyak seperti milik Gunawan itu merupakan kejadian yang biasa, namun langka ditemui.
"Ini adalah fenomena dari penyimpangan sifat genetik normal," jelasnya.
Namun, Babul menerangkan sifat tanaman yang seperti ini sulit dikembangkan dengan menyerupai tanaman induknya. "Sifatnya tidak permananen, jadi jika anak pisang tadi ditanam ke tempat lain, kemungkinan besar tidak akan menghasilkan seperti tanaman induk yang bertandan banyak," tutupnya.
(Feri Agus Setyawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.