DK PBB Minta Ukraina dan Kelompok Pro-Rusia Hentikan Kekerasan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 01 Februari 2017 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 01 18 1606303 dk-pbb-minta-ukraina-dan-kelompok-pro-rusia-hentikan-kekerasan-uQDBm2axB1.jpg Warga Avdiivka menyantap makanan di tenda darurat (Foto: Maksim Levin/Reuters)

NEW YORK – Pertempuran kembali pecah di Avdiivka, Ukraina timur, yang menjadi basis kelompok separatis pro-Russia. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengingatkan tiap kelompok yang bertikai untuk segera menghentikan kekerasan.

Pertempuran antara tentara Ukraina dengan kelompok separatis pro-Rusia di Avdiivka mengakibatkan ribuan penduduk terisolasi. Mereka tidak dapat menikmati akses terhadap air bersih dan tenaga listrik di tengah-tengah cuaca dingin. Ukraina terpaksa mengevakuasi warganya dari wilayah tersebut.

“Anggota Dewan Keamanan PBB mendesak pemberlakuan kembali kesepakatan gencatan senjata,” demikian isi pernyataan resmi DK PBB di New York, Amerika Serikat (AS), mengutip dari BBC, Rabu (1/2/2017). Namun, pernyataan resmi tersebut tidak menyertakan keberatan dari pihak Rusia, anggota tetap DK PBB, yang selama ini memblokir pernyataan terkait isu Ukraina.

Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menuduh Ukraina merusak kesepakatan damai mereka. Pertempuran antara pasukan Ukraina dengan kelompok pemberontak diketahui pecah pada Senin 30 Januari 2017. Kelompok pemberontak menuduh pasukan Ukraina menyerang mereka terlebih dahulu.

Tujuh orang tentara Ukraina dan sejumlah anggota kelompok separatis tewas dalam beberapa hari terakhir. Warga sipil turut menjadi korban tewas dalam konflik tersebut. Pemerintah Ukraina akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi total 8.000 orang penduduk dari Avdiivka ke Ibu Kota Kiev.

Rusia dan Ukraina terlibat konflik berkepanjangan sejak 2014 setelah Moskow menganeksasi Semenanjung Crimea. Kelompok separatis pro-Rusia kemudian melancarkan aksi pemberontakan di timur Ukraina. Lebih dari 9.700 orang tewas akibat konflik antara kedua negara tersebut. Akibatnya, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini