Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keren! Anak SMA Ini Bisa Ciptakan Aplikasi Finding Bemo

Agregasi Jawapos.com , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2017 |18:43 WIB
Keren! Anak SMA Ini Bisa Ciptakan Aplikasi Finding Bemo
Ayu Maharani Putri (Foto: Debora Danisa/Jawa Pos)
A
A
A

SURABAYA – Para pengguna kendaraan umum mungkin merasa sangat tertolong dengan adanya aplikasi untuk memanggil kendaraan secara online. Bukan saja modern, tapi juga praktis dan cocok untuk penduduk di kota besar.  Itulah yang menginspirasi Ayu Maharani Putri untuk membuat aplikasi berbasis Android, demikian dikutip dari jawapos. Bukan untuk ojek atau taksi online, tapi untuk bemo. Ya, aplikasi ini dinamakan Finding Bemo.

Di Surabaya, bemo menjadi salah satu angkutan umum yang diandalkan. Seolah-olah, di mana ada jalan, di situ ada bemo. Rutenya pun berjibun. Tak jarang, calon penumpang pun bingung memilih bemo yang jurusannya tepat. Beda warna, beda kode, tentu beda tujuan. Dan dalam kota yang sedemikian besar, jumlah rute bemo di Surabaya sungguh banyak. Jangankan pendatang dari luar kota, warga Surabaya sendiri pun belum tentu tahu rute-rute bemo tersebut.

Sejatinya, informasi tentang jalur-jalur bemo itu sudah ada di internet. Tapi, tentu jarang ada penumpang yang mau repot-repot browsing jalur bemo. Selain itu, angkutan umum tersebut makin ditinggalkan.

Itulah yang menggerakkan Ayu. Dia tak mau bemo terus-menerus mendapat predikat jelek. Siswi kelas XII IPA 9 tersebut pun lebih senang naik bemo ke mana-mana ketimbang naik motor sendiri. Walau jarak rumahnya dengan sekolah cukup jauh, Ayu tak segan-segan menumpang kendaraan umum setiap hari.

“Awalnya karena sering dengar berita kecelakaan pelajar,’’ ungkap Ayu. Dia prihatin melihat kecelakaan yang menimpa pelajar sebayanya. Faktanya, anak sekolah yang tak punya SIM nekat bepergian dengan naik motor.

Ayu cukup beruntung tak pernah terlibat kecelakaan serius. Tapi, beberapa temannya pernah mengalaminya. Dari situlah Ayu berinisiatif menyosialisasikan safety riding. Menurut dia, belum saatnya anak sekolah seperti dirinya membawa kendaraan bermotor sendiri. Selain belum punya surat izin berkendara, anak sekolah masih labil. Mereka kerap grusa-grusu ketika menyetir. Potensi kecelakaan sangat besar.

Nah, salah satu cara untuk menggalakkan safety riding itu adalah bepergian dengan naik angkutan umum. Dan pilihannya adalah bemo.

Di SMAN 5 Surabaya, sudah ada program naik bemo. Pencetusnya adalah Iklima Alviani, adik kelas Ayu. Sekali dalam sebulan, ada momen bernama Pekan Ceria. Pada hari itu, siswa tidak boleh membawa kendaraan pribadi. Gantinya, mereka harus pulang-pergi naik kendaraan umum.

Nah, Ayu punya inovasi lain. Tak cukup sosialisasi kebiasaan mbemo, siswa juga membutuhkan informasi soal rute-rute itu. Supaya tidak tersesat di belantara Surabaya.

Awalnya, Ayu hanya mengajak teman-temannya pergi ke mana-mana naik bemo. Entah itu ke mal, ke rumah teman, ke mana saja mereka tuju. Lama-kelamaan banyak temannya yang tertarik dengan saran Ayu untuk naik alat transportasi umum. Selain lebih aman, tarif bemo terbilang murah untuk kantong pelajar jika dibandingkan dengan naik taksi online.

Masalahnya, ketika Ayu absen dari sekolah, teman-temannya seperti tidak move-on. Mereka tetap bingung soal jalur-jalur bemo. Siswi yang juga dinobatkan sebagai Duta Lantas Polrestabes Surabaya 2016 itu pun mendapat ide untuk membuat aplikasi khusus bemo di Surabaya.

Aplikasi itu masih berupa prototipe. Alias programnya belum matang dan diluncurkan. Namun, purwarupa itu sudah berhasil menembus berbagai kompetisi. Berawal dari kompetisi Pelopor Pelajar Keselamatan Berlalu Lintas yang diadakan Dinas Perhubungan Surabaya, Ayu melaju menuju kompetisi tingkat provinsi dan kemudian nasional. Finding Bemo diluncurkannya dalam kompetisi Kementerian Perhubungan.

“Idenya brilian. Tapi, memang pengaplikasiannya agak susah,’’ ujar Sukirin Wikanto, staf kesiswaan sekaligus pembina Ayu. Karena itu, Ayu cukup puas meraih juara harapan I. Namun, karyanya dilirik Dishub Surabaya. Bahkan, dishub mau membantu Ayu menyempurnakan prototipenya.

“Ada bantuan dari orang-orang IT di dishub,’’ kata Ayu. Rencananya, Finding Bemo diintegrasikan dengan program e-Dishub yang lebih dulu diluncurkan.

Lalu, apa keistimewaan Finding Bemo buatan Ayu? Sama seperti namanya, Finding Bemo memudahkan calon penumpang untuk mencari bemo. Bagi Ayu, permasalahan utama yang membuat orang enggan adalah jadwal bemo yang tidak pasti. Kadang, ketika ditunggu, bemo bisa tak muncul-muncul. Namun, saat ditinggal sebentar beli es ke warung, ternyata bemonya lewat. Alhasil, penumpang ketinggalan.

’’Nah, kalau dulu, penumpang cari bemo. Sekarang, bemo cari penumpang,’’ ucap gadis yang pernah menjadi anggota paskibra Surabaya tersebut. Benar, kini jumlah bemo seperti tak merata. Ada yang armadanya sampai beratus-ratus, tapi ada yang hanya puluhan.

Sebelum diberangkatkan ke kompetisi tingkat nasional, Ayu menguji coba program rancangannya. Kendala besar muncul. Dia tak bisa serta-merta mengaplikasikan programnya ke semua rute. ’’Mulai dari yang lewat di depan sekolah dulu,’’ jelas gadis yang hobi menyanyi itu.

Dalam purwarupa aplikasinya, Ayu memasukkan tiga rute bemo. Yakni, Lyn C (Demak–Blauran–Karangmenjangan), Lyn V (Joyoboyo–Tambakrejo), dan Lyn F (Joyoboyo–Pegirian–Endrosono).

Dengan Finding Bemo, pengguna aplikasi bisa mengetahui rute terbaik untuk mencapai tujuan. Mereka juga bisa mengetahui estimasi waktu bemo sampai ke lokasi pengguna menunggu. Selain itu, estimasi waktu sampai ke tempat tujuan bisa terdeteksi. Nyaris serupa dengan aplikasi taksi online saat ini, pengguna juga bisa memberikan masukan setelah melakukan perjalanan dengan bemo.

Namun, Ayu menyadari, masih ada kekurangan-kekurangan bemo. Kekurangan itulah yang menjadi faktor sedikitnya jumlah penumpang. Karena itu, Ayu merasa perlu juga untuk melakukan sosialisasi kepada sopir bemo. ’’Supaya nggak cuma ngajak-ngajak ’Ayo naik bemo’, tapi bemonya sendiri masih ugal-ugalan,’’ tambahnya.

Untuk program itu, gadis kelahiran 23 Februari 1999 tersebut banyak berkonsultasi dengan dishub. ’’Dari dishub sendiri nanti meremajakan bemo. Jadi, bemo-bemo yang tua itu sudah nggak boleh jalan,’’ ungkapnya. Ayu baru saja memperbarui proposalnya agar Finding Bemo benar-benar bisa diterapkan dalam e-Dishub. Karena prosesnya yang cukup panjang sejak awal pembuatan, Ayu berharap kerja kerasnya itu bisa berbuah manis. (Debora Danisa)

(Hessy Trishandiani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement