Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dr Wahidin Soedirohoesodo, Pelopor Jurnalistik di Masa Pergerakan

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2017 |17:38 WIB
Dr Wahidin Soedirohoesodo, Pelopor Jurnalistik di Masa Pergerakan
Dr Wahidin Soedirohoesodo (Foto: Okezone/Ist)
A
A
A

DR Wahidin Soedirohoesodo rupanya tidak hanya dikenal sebagai pelopor pergerakan. Menjadi seorang jurnalis, ia mencurahkan segenap pikirannya untuk berjuang demi bangsa Indonesia.

Berkarier sebagai jurnalis memang tidak direncanakan sejak awal oleh Wahidin Soedirohoesodo. Kisahnya mengalir begitu saja. Seiring waktu berjalan, semangatnya kian bergemuruh ketika didorong situasi dan iklim pergerakan saat itu. Ia kemudian meniatkan untuk menyelami dunia tulis-menulis sebagai salah satu alat juangnya.

Ia lahir di Desa Mlati, 7 Januari 1857. Kedua orangtuanya memberikan nama lengkap Mas Ngabehi Wahidin Soedirohoesodo.

Saat muda, Wahidin meniti pendidikan di bangku Sekolah Ongko Loro (Sekolah Desa) di desanya. Lalu, ia meneruskan sekolahnya di Lagere School Yogyakarta dengan pertolongan iparnya, seorang administratur di pabrik gula di Wonolopo, Sragen, Surakarta. Hingga akhirnya, ia pun mengabdikan diri pada almamaternya.

Pada 1890, pertama kalinya Wahidin mengukir karier di bidang jurnalistik. Ia bergabung dengan awak redaksi surat kabar Retno Doemilah. Media yang dipilihnya ini berbahasa Jawa dan Melayu terbitan Yogyakarta.

Retno Doemilah menerbitkan nomor perdananya pada Jumat 17 Mei 1895 dengan redaktur FL Winter. Wahidin mencatatkan diri sebagai redaktur tunggal setelah enam tahun kemudian, pada 1991. Sebelumnya dalam bekerja, ia berduet dengan seorang Tionghoa, Tjan Tjook Sian.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement