Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dr Wahidin Soedirohoesodo, Pelopor Jurnalistik di Masa Pergerakan

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2017 |17:38 WIB
Dr Wahidin Soedirohoesodo, Pelopor Jurnalistik di Masa Pergerakan
Dr Wahidin Soedirohoesodo (Foto: Okezone/Ist)
A
A
A

Inilah gelanggang tempat para cendekiawan bangsa Indonesia mencurahkan pikirannya. Retno Doemilah, seperti namanya, hendak memberikan “dilah” atau “dian” yang terang bercahaya dan bernilai bagaikan “retna” atau bulan bagi bangsanya.

Sekalipun Retno Doemilah bukan sebuah surat kabar yang berkaliber nasional, tetapi penerbitnya, yaitu Firma JH Bunning, menyerahkan segala isinya kepada Wahidin. Selain kepentingan-kepentingan sosial dan ekonomi, serta kesusastraan pada umumnya, Retno Doemilah —seperti halnya surat kabar-surat kabar lain yakni Djawi Kanda, Bramartani, dan lainnya- juga memulai memberitakan soal ilmiah dengan cara yang populer.

Pada 1938, Ki Hadjar Dewantoro, sebagai salah satu tokoh pergerakan sekaligus pelaku jurnalistik, pernah mengurai kenangan tentang Retno Doemilah pada masa Wahidin.

“Dalam hal ini saja ingat akan perbintjangan jang bersemangat tentang bedanja ‘bacil’ dengan

‘bacterie’ jang pada moelanja dikemoekakan oleh seorang moerid sekolah dokter di Djakarta bernama Radjiman, jang kemoedian kita kenal sebagai Radjiman Wedyodiningrat. Persoalan terseboet meloeas setjara hebat dan beralih sifat mendjadi soal filosofis...”

Perbincangan di media tentang perbedaan kedua hal itu, beralih ke masalah agama. Sebab, orang tidak mau begitu saja menerima uraian secara ilmiah bahwa penyakit tersebut ditimbulkan oleh baksil atau bakteri. Muncul dugaan-dugaan lain, seperti hal gaiblah yang menyebabkan orang terkena pageblug atau epidemi. Pagi sakit, sore mati. Sore sakit, mati pada keesokan harinya. Turut pula dalam polemik tersebut, beberapa jurnalis dari Solo dan Yogyakarta.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement