ROMA - Paus Fransiskus mengecam keras tindak kekejaman yang dialami etnis Rohingya. Paus menyatakan, mengutuk keras pembunuhan massal dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Militer Myanmar.
"Mereka (Rohingya) disiksa dan dibunuh hanya karena mereka mempertahankan budaya dan iman Islam mereka," ujar Paus dalam pidato mingguannya sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Kamis (9/2/2017).
Berdasarkan laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikeluarkan pada pekan lalu diketahui sebanyak 204 pengungsi Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga yakni Bangladesh. Mereka yang kemudian ditemui media membenarkan telah terjadinya pelanggaran HAM berat oleh Militer dan warga sipil Myanmar lainnya.
Sebagaimana diberitakan, Militer Myanmar diduga telah membakar seluruh desa tempat tinggal etnis Rohingya. Tak hanya itu mereka juga dilaporkan memperkosa para wanita dan memusnahkan sumber makanan Rohingya.
Sejak Oktober 2016, sekira 65 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh pasca-serangan mematikan di sebuah pos militer yang mengakibatkan tindakan kekerasan terhadap kelompok minoritas. Namun, Pemerintah Myanmar membantah telah melakukan kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.