Baker ketakutan. Dia pun menurut. Dengan kalap, dia menusuk-nusuk McLean. Korban megap-megap berusaha menghindari serangan tak terduga. Seluruh penumpang sontak kabur menyaksikan pembunuhan sadis tersebut. Akan tetapi, Baker belum selesai.
Setelah berhasil menghabisi nyawa korban. Baker memutilasi McLean, lalu mengiris jasadnya untuk dimakan. Sebelum ditangkap, dia turun memamerkan kepala korban kepada para penumpang yang bergidik ngeri.
Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, banyak penumpang terduduk lemas di pinggir jalan dan menangis. Bahkan ada yang muntah-muntah. Sementara korban ditemukan dalam keadaan sudah tanpa mata dan sebagian jantungnya hilang. Diduga dimakan oleh Baker.
Tim McLean. (Foto: Facebook)
Baker kemudian dijebloskan ke penjara. Penyelidikan dilangsungkan dan pengadilan digelar. Hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Baker menderita schizophrenia. Hakim memutuskan, pelaku direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa di Manitoba.
Di sana, Baker mendapatkan perawatan yang semustinya. Dia juga bertemu dengan Summerville yang konsen terhadap penderita schizophrenia. Kepada Summerville, Baker mau membuka hatinya. Dalam suatu wawancara pada 2012, Baker mengaku sadar bahwa orang-orang seperti takut padanya.
“Saya tahu orang-orang takut pada saya karena kejadian di bus Greyhound waktu itu. Saya tidak membahayakan siapa pun. Saya juga tidak percaya pada alien. Sekarang saya sudah tidak mendengar suara-suara lagi. Saya minum obat setiap hari. Saya menenggaknya dengan senang hati karena tidak ada lagi suara aneh yang muncul di kepala saya,” tutur Baker.