Melangkahkan kaki ke sebuah pintu geser dan masuk ke kamar Jenderal Yani, feel-nya memang sedikit beda jika dibandingkan dengan ruangan-ruangan lainnya di rumah itu. Nuansa dan suasananya justru sedianya sangat homey, enggak ada rasa-rasa mistis apa pun di situ.
Di dalam kamar tersebut terdapat satu tempat tidur berukuran “queen size”, dua lemari pakaian berisi jas-jas sipil dan militer serta beragam sepatu, beberapa bufet, dan satu lemari kaca tempat beberapa tanda jasa hingga keris disimpan.
Di dalam lemari kaca itu juga terdapat sejumlah lembar rupiah era lama yang ternyata jumlahnya merupakan gaji bulanan Jenderal Yani kala itu. “Jumlahnya ada Rp123 ribu gajinya Bapak,” imbuh Wawan.
Di kamar tersebut dekat jendela juga terdapat satu bufet kaca lainnya yang berisi beberapa pucuk senjata api, serta dua pakaian milik Jenderal Yani. Satunya kemeja putih, satunya lagi piyama Jenderal Yani.