Kemudian setidaknya ada empat pucuk senpi di situ yang dipakai gerombolan (oknum) Pasukan Tjakrabirawa saat menyatroni rumah Jenderal Yani pada 1 Oktober 1965. Yakni, dua senapan submesin Owen Gun dan M3 “Grease Gun”, sepucuk senapan laras panjang serta senapan mesin ringan VZ.52.
Di ujung kiri kamar tersebut juga terdapat kamar mandi yang di dalamnya masih berhias lantai kamar mandi era lama, serta satu bath tub, closet, serta wastafel yang terbilang modern untuk masa 1960-an.
Sementara di sisi kepala tempat tidur juga sejumlah catatan dan buku harian Jenderal Yani. Hal yang menarik, di salah satu sudut antara tembok dan eternit kamar terdapat gambar halilintar yang menyambar.
“Itu seminggu sebelum Pak Yani diangkat jadi Menpangad (Menteri/Panglima Angkatan Darat pada 1964), ada petir menyambar ke rumah. Dulu ada bekasnya, tapi sekarang cuma dicat begitu sebagai penanda saja. Dulu itu sampai jebol itu genting rumah,” sambung Wawan.
Namun sekali lagi, Wawan menegaskan untuk tidak merekam atau mengambil foto di kamar Jenderal Yani. Begini alasannya.