AS Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 20 Februari 2017 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 19 18 1622630 as-kerahkan-kapal-induk-ke-laut-china-selatan-Tqz4vZEcUa.jpg Kapal Induk AS USS Carl Vinson dikerahkan ke Laut China Selatan (Foto: Sean Castellano/AFP)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) mengerahkan Kapal Induk USS Carl Vinson, sejumlah pesawat tempur, dan satu unit kapal perusak ke wilayah sengketa Laut China Selatan (LCS) pada Sabtu 18 Februari 2017. Angkatan Laut AS menyebut pengerahan itu sebagai bagian dari operasi rutin.

Jelang pengerahan ke LCS, USS Carl Vinson dan kelompoknya melakukan latihan terlebih dahulu di Hawaii dan Guam. Komandan pasukan tersebut, Laksamana Muda James Kilby, mengatakan latihan berhasil meningkatkan kesigapan sebagai sebuah unit serang.

“Latihan tersebut berhasil menyatukan tim dan meningkatkan efektivitas serta kesigapan sebagai unit serang. Kami tidak sabar menunjukkan kemampuan tersebut sembari membangun hubungan yang kuat dengan sekutu, mitra, dan teman kami di wilayah Indo-Asia-Pasifik,” tutur Kilby, seperti dimuat USA Today, Senin (20/2/2017).

Pengerahan tersebut dilakukan berselang beberapa hari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengeluarkan peringatan kepada Negeri Paman Sam. Ia mendesak Washington untuk menahan diri dari tindakan menantang kedaulatan Beijing serta keamanan di Laut China Selatan.

“China memiliki kedaulatan yang tidak bisa ditawar atas kepulauan di Laut China Selatan dan sekitarnya. China menghormati dan menjunjung tinggi kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan yang sudah dinikmati banyak negara di bawah hukum internasional, tetapi secara tegas menolak upaya negara lain untuk merusak kedaulatan China dan keamanan atas nama kebebasan navigasi serta penerbangan,” ucap Geng Shuang pada Rabu 15 Februari 2017 di Beijing.

Sebagaimana diberitakan, China mengklaim sebagian besar wilayah LCS berdasarkan sembilan garis putus-putus (nine dashed lines). Klaim tersebut tumpang tindih dengan beberapa negara seperti Thailand, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. AS beberapa kali mengerahkan kapalnya ke perairan sengketa tersebut untuk membuktikan klaim penghormatan kebebasan navigasi dan penerbangan yang dinyatakan oleh China.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini