Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Politikus PKS: Jangan Sampai Rakyat Mikir Hukum Tumpul ke Ahok, Tajam ke Ulama

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2017 |13:50 WIB
Politikus PKS: Jangan Sampai Rakyat Mikir Hukum Tumpul ke Ahok, Tajam ke Ulama
A
A
A

JAKARTA - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsy mengatakan, penegakan hukum di Indonesia belum maksimal. Terlebih, dalam kasus ‎yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam hal ini, Aboe Bakar mempermasalahkan belum ditahannya Ahok terkait kasus dugaan penodaan agama. Menurut politikus PKS tersebut, jangan sampai rakyat berpikir bila hukum saat ini tumpul ke Ahok dan justru tajam ke ulama

"Ini negara hukum harus mengutamakan keadilan. Jangan publik menyimpulkan, hukum tumpul ke Ahok dan tajam ke ulama," kata Aboe Bakar dalam rapat dengan perwakilan massa Aksi 212 Jilid II, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Ia menambahkan, belum dinonaktifkannya Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, lantaran telah menyandang status terdakwa juga menambah permasalahan baru. Menurutnya, langkah pemerintah tersebut akan semakin menimbulkan persepsi bila Ahok diperlakukan istimewa.

"Hal ini tentunya menambah kuat persepsi publik adanya perlakukan istimewa yang diberikan,"‎ tukasnya.

Sebelumnya diketahui, Komisi III DPR telah menerima dan mendengarkan sejumlah tuntutan dari perwakilan massa Aksi 212 Jilid II di Ruang Rapat Komisi III.

Adapun tuntutan itu diantaranya adalah, menghentikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, hentikan kriminalisasi terhadap para ulama dan hentikan kriminalissi terhadap mahasiswa.

(Feri Agus Setyawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement