JAKARTA - Tawuran pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) terjadi di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bahkan, bentrokkan tersebut terekam video amatir dan saat ini ramai diperbincangkan atau viral di media sosial masyarakat.
Tak hanya itu, dalam video tersebut, para pelajar membawa senjata tajam dan secara membabi buta menghajar lawan tarungnya. Padahal dalam pelajaran yang didapat di bangku sekolah tidak dibenarkan hal tersebut.
Kapolsek Pasar Rebo, Kompol Fatimah membenarkan kejadian itu, dan akibat kejadian itu, satu pelajar meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat.
"Satu orang meninggal dunia. Satu lagi luka-luka," kata Fatimah saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (24/2/2017).
Fatimah menceritakan kejadian pilu itu, kejadian itu diketahui oleh warga yang melintas. Setelah melihat tawuran tersebut, masyarakat pun mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan.
"Kami langsung ke sana cek TKP. Sebenarnya itu masuknya wilayah kepolisian Ciracas. Tapi karena ada warga yang melapor jadi kami langsung tindak lanjuti. Setelahnya kami arahkan ke Polsek Ciracas. Tanya sana saja," paparnya.
Namun, Fatimah masih belum enggan merincikan kejadian ini lebih mendalam.
"Informasi lengkapnya coba tanyakan ke Kapolsek Ciracas saja. Itu wilayahnya penanganan sana," tutupnya.
Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi hampir 3 menit di sosial media. Pasalnya, kedua kelompok itu mengacungkan celurit ke lawan mereka. Bahkan, dalam video itu satu orang pelajar harus mendapatkan bacokan berkali-kali di sekujur tubuhnya.
(Awaludin)