Tersangka pertama adalah seniman bernama Géry Piéret yang punya sejarah mencuri di Louvre. Para penyelidik tak dapat menemukan Piéret di kota, jadi mereka menemui bosnya, Guillaume Apollinaire.
Penyair Prancis dan salah satu perintis aliran surealisme itu menjadi tersangka karena berulang kali menyatakan bahwa Louvre harus dibakar habis. Apollinaire lalu ditangkap dan dipenjarakan. Temannya, Pablo Picasso, pun turut dianggap bertanggung jawab.
Sang pelukis kenamaan dari Spanyol ini turut dicurigai karena ia pernah membeli patung kepala Iberian dari Pieret. Picasso tidak menyadari, karya seni tersebut dicuri Pieret dari Louvre. Picasso dan Apollinaire kemudian dilepaskan karena terbukti tidak bersalah.
Pencuri sesungguhnya ditemukan dua tahun kemudian; ia adalah Vincenzo Peruggia, salah seorang pegawai Louvre. Kini, pria kelahiran Italia itu dianggap sebagai salah satu pencuri karya seni terhebat sepanjang abad ke-20.
Kejadiannya ibarat film aksi menegangkan, mengingat Peruggia mencuri masterpiece Da Vinci pada jam sibuk museum. Ia menyembunyikan Mona Lisa di ruang penyimpanan sapu hingga usai jam operasional museum, lalu melangkah keluar Louvre dengan lukisan itu tersembunyi di bawah jaketnya.