Sebagai patriot Italia sejati, Peruggia meyakini bahwa lukisan itu harus kembali dipajang di museum Italia. Vintage News, Senin (27/2/2017) melansir, para penyelidik menyebut, motivasi Perruggia mencuri Mona Lisa adalah ada temannya yang memiliki salinan lukisan tersebut. Mereka berspekulasi, harga lukisan tiruan Mona Lisa akan naik jika karya aslinya menghilang.
Pada 1932, sebuah laporan di harian Saturday Evening Post mengklaim bahwa otak pencurian Mona Lisa adalah warga Argentina, Eduardo de Valfierno. Ia dikabarkan membayar sejumlah orang, termasuk Peruggia, untuk mencuri lukisan berharga tersebut. Menurut laporan itu, Valfierno telah meminta ahli restorasi dan pemalsu karya seni Prancis, Yves Chaudron, untuk membuat enam tiruan Mona Lisa, yang akan dikirim serta dijual di berbagai negara.
Vincenzo Peruggia. (Foto: Vintage News)
Bagaimanapun, karya asli Mona Lisa tetap tinggal di Eropa, tersimpan aman di apartemen Peruggia. Ia tertangkap saat mencoba menjual Mona Lisa ke direktur Galeri Uffizi di Florence. Lukisan itu pun sempat dipamerkan di galeri Italia itu untuk sekira dua minggu. Kemudian, Mona Lisa pulang ke Louvre pada 4 Januari 1914.
Peruggia divonis enam bulan kurungan penjara, namun mendapat kredit atas sikap patriotiknya dari orang-orang Italia. Bahkan, berkat aksinya, Mona Lisa menjadi lebih tenar. Sebelumnya, karya Renaissance itu hanya diketahui segelintir orang selain pemerhati dunia seni.