JAKARTA - Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud membeberkan rekayasa kasus narkoba yang membuatnya dijebloskan ke dalam bui. Konspirasi tersebut ditenggarainya sebagai dendam lawan politiknya sejak Pilkada 2010.
Dalam hal ini, Dirwan sempat memenangkan suara terbanyak sebagai Bupati Bengkulu Selatan dari lawan politiknya pada 2010. Namun ternyata, lawan politiknya tersebut berlaku curang dengan membuat rekayasa kasus narkoba.
"Dulu saya menang Bupati tahun 2010, tapi narkoba dihantam. Saya masuk penjara. Pelakunya belum tahu (waktu itu)," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Gedung I-News, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).
Dia pun sempat menjalani masa kurungan usai ditetapkan tersangka terkait kasus narkoba pada 2010. Setelah bebas dari penjara, Dirwan kembali mencalonkan untuk menjadi Bupati Bengkulu Selatan pada Pilkada 2016.
Dengan mengantongi izin dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bisa kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Bengkulu Selatan. Dirwan pun resmi menjabat Bupati Bengkulu Selatan setelah memperoleh suara terbanyak. "Masyarakat clear. Masyarakat yang dukung saya jadi Bupati, ini masyarakat. Lawan saya ini incumbent," bebernya.
Namun, lagi-lagi Dirwan hendak dijebak oleh lawan politiknya lewat kasus narkoba dengan menaruh barang haram tersebut di ruangannya setelah memenangkan sebagai Bupati Bengkulu Selatan.
Tapi, rencana tersebut kandas. Konspirasi busuk kasus narkoba tersebut pun berhasil dibongkar dan telah ditetapkan tujuh orang tersangka.
"Sekarang kan sudah ditangkap. Dulu mantan bupati, Sekda saya, dia yang komandoi dengan mantan bupati dengan BNN (konspirasi kasus narkoba)," jelasnya.
Selain itu, Dirwan juga menyayangkan adanya oknum pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) Bengkulu Selatan yang ikut andil dalam penjatuhan dirinya sebagai Bupati Bengkulu Selatan.
"Bayangkan Kabid berantas (narkoba) propinsi yang jadi dalangnya juga. Oknum BNN. Malah dia yang nangkep saya, dia yang merekayasa itu," paparnya.
Beruntung, setelah dicek penggunaan narkotika, Dirwan memang bersih dari itu semua. Diakui Dirwan, Dirinya memang tidak pernah mengonsumsi barang haram tersebut sama sekali. "Tes urine negatif, ini rekayasa. Silakan dibuka, karena sudah ada tersangkanya, tinggal dikembangkan," kata dia.
Dirwan pun berharap konspirasi busuk kasus narkoba yang menyerang dirinya tersebut dapat diungkap seluas-luasnya. Pasalnya, sudah ada tujuh tersangka yang ditangkap dalam kasus ini.
"Mudah-mudahan kasus saya yang lama terbongkar. Karena ini konspirasi luar biasa, bukan satu dua orang, tujuh orang yang tertangkap," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.