Duh, Tenaga Kerja di Kalbar Mayoritas Impor dari Pulau Jawa

Dina Prihatini, Okezone · Selasa 28 Februari 2017 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 28 340 1630124 duh-tenaga-kerja-di-kalbar-mayoritas-impor-dari-pulau-jawa-lovLUo0Ewh.jpg Masyarakat mencari kerja saat job fair (Foto: Ilustrasi/Dok Okezone)

PONTIANAK – Saat ini tenaga kerja di Kalimantan Barat mayoritas berasal dari Pulau Jawa. Tenaga kerja di Kalimantan Barat, mulai dari tukang hingga manajer hotel mayoritas diisi pekerja dari Pulau Jawa tersebut.

"Saat ini sulit mencari tenaga kerja profesional di Kalbar mulai dari tukang hingga manager di hotel-hotel rata-rata impor dari Pulau Jawa," ungkap Guru Besar Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Edy Suratman kepada Okezone, Selasa (28/2/2017).

Tenaga kerja dari pulau seberang tersebut dinilai tidak rewel, terutama perihal gaji yang diterima. Edy pun menilai banyak faktor yang menyebabkan melimpahnya pekerja yang berasal dari Pulau Jawa di Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk Pontianak.

"Banyak faktor sehingga Kalbar harus meningkatkan kualitas jika ingin menguasai tenaga kerja di daerah sendiri," tuturnya.

Edy mengusulkan agar kualitas dan jangkauan pelatihan tenaga kerja ditingkatkan di tiap kabupaten/kota. Hal itu untuk mengurangi warga Kalbar menganggur agar dapat bersaing dengan tenaga kerja dari Pulau Jawa.

"Sehingga salah satu rekomendasi salah satunya meningkatkan kualitas dan jangkauan pelatihan tenaga kerja di tiap kabupaten/kota untuk mengurangi angka pengangguran," katanya.

Sementara itu, ia menjelaskan, Kalbar harus memanfaatkan bonus demografi pada 2020. Namun, ia ragu bila pada tahun tersebut lapangan pekerjaan tersedia untuk angkatan kerja produktif.

"Sehingga Kalbar bisa mencapai bonus demografi di Tahun 2020 di mana orang yang produktif lebih banyak, meski belum diketahui apakah lapangan pekerjaan tersedia untuk mereka yang produktif," katanya.

Ia pun mencontohkan pertumbuhan ekonomi Kalbar meningkat. Pada 2014 dan 2016 bahkan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 5%. Hanya pada 2015 pertumbuhan PDRB mencapai 4,66%.

"Dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB), Tahun 2014 Kalbar mencapai 5,03 persen dan Tahun 2016 mencapai 5,22 persen," jelasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini