BLITAR - Lahar dingin Gunung Kelud menerjang pencari pasir yang tengah beraktivitas di Kali Bladak, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Banjir bandang itu mematahkan kaki Sudarmanto (35) salah satu warga setempat setelah sebelumnya terseret ratusan meter.
Beruntung, enam unit truk yang berada di lokasi tidak sampai terseret air. “Saya sempat tidak sadarkan diri setelah benda seperti kayu menghantam punggung saya,“ tutur Sudarmanto kepada wartawan, Jumat (3/3/2017).
Selain pasir dan batu, lahar dingin yang datang tiba-tiba itu juga membawa material kayu. Sebelum banjir bandang datang, hujan diduga telah mengguyur kawasan Gunung Kelud dan melongsorkan material dalam jumlah besar pasca erupsi yang menumpuk di sekitar puncak Kelud.
Sudarmanto mengaku sempat di dalam truk. Mengikuti permintaan Samiadi, sang sopir truk, yang memintanya turun menyelamatkan diri. Namun, SUdarmanto justru terseret banjir bandang.
Derasnya air membuat Sudarmanto limbung dan jatuh. Masih dalam kondisi panik, material berupa kayu yang terseret air menghantam punggungnya. Sudarmanto pingsan dan terbawa arus. Sementara Samiadi masih berada di atas truk yang kebetulan berada di pinggir sungai. “Samiadi melihat saya pingsan terseret air. Namun karena besarnya air tidak berani menolong,“ terangnya.