Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perkuat Militer, China Tambah Anggaran Belanja Senjata

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Minggu, 05 Maret 2017 |02:04 WIB
Perkuat Militer, China Tambah Anggaran Belanja Senjata
Pasukan Militer China. (Foto: Getty Images)
A
A
A

BEIJING - China kini menjadi negara yang menjadi perhatian dunia karena pertumbuhan ekonominya yang pesat. Bahkan, negeri Tirai Bambu tersebut digadang-gadang akan tumbuh menjadi negara adidaya baru. Seolah tak puas hanya dalam bidang ekonomi, kini Pemerintah China secara resmi mengumumkan akan meningkatkan anggaran belanja militer sebesar 7% guna meningkatkan kekuatan tempurnya.

Juru Bicara Pemerintah China, Fu Ying menegaskan penambahan dana anggaran militer, murni bertujuan untuk meningkatkan pertahanan negara.

"Kita bisa melihat pada beberapa dekade terakhir ini ada begitu banyak konflik dan perang di berbagai penjuru dunia. Dan pada saat yang sama, kami perlu meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan negara dan kepentingan kita. Penguatan kekuatan China akan memberikan manfaat dalam upaya mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia dan bukan sebaliknya," ujar Fu Ying sebagaimana dikutip dari Independent, Minggu (5/3/2017).

Penambahan anggaran belanja militer tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah jumlah kapal induk, pesawat penjatuh bom jarak jauh dan pembangunan basis Militer China di luar negeri termasuk di Djibouti, Afrika Timur.

Ketika ditanya tentang peningkatan kekuatan Militer China bertujuan untuk menandingi Amerika Serikat (AS), Fu mengaku kekuatan China masih belum setara dengan AS. Dan tak ada niat dari China untuk menandingi kekuatan negeri Paman Sam tersebut.

"Kesenjangan kemampuan Militer China dan AS memang masih sangat besar. Tapi pembangunan Militer China memang dimaksudkan untuk sesuai dengan kebutuhan kita dalam mempertahan keamanan dan kedaulatan nasional," tambah Fu Ying.

Sebagaimana diberitakan, China sendiri tengah terlibat dalam beberapa konflik dengan beberapa negara salah satunya terkait sengketa wilayah Laut China Selatan (LCS). China telah mengklaim sebagian besar wilayah LCS berdasarkan sembilan garis putus-putus (nine dashed lines). Klaim tersebut tumpang tindih dengan beberapa negara seperti Thailand, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Tak hanya itu, China juga terlibat konflik panas dengan Taiwan setelah Taiwan menolak menyetujui prinsip 'Satu China' yang menuntut Taiwan mengakui sebagai bagian dari China. Belakangan Militer China dengan kapal induk Liaoning kerap kali menggelar latihan militer dekat dengan wilayah Taiwan. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement