Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TOP FILES: Kamu Harus Tahu! Begini Sejarah & Filosofi Malioboro (Part II)

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 09 Maret 2017 |06:39 WIB
TOP FILES: Kamu Harus Tahu! Begini Sejarah & Filosofi Malioboro (<i>Part</i> II)
Jalan Malioboro di Kota Yogyakarta (Foto: Randy Wirayudha)
A
A
A

KELIRU jika Anda mengira bahwa yang namanya Jalan Malioboro itu, membentang panjang dari Stasiun Tugu sampai ke Alun-Alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ternyata yang namanya Jalan Malioboro itu cuma dari Stasiun Tugu hingga Kantor Gubernur DIY lho, tidak sampai ke Kraton.

Seperti yang disebutkan dalam artikel mengenai sejarah dan filosofi Malioboro bagian pertama, dikatakan bahwa Jalan Malioboro itu berbeda dengan Kawasan Malioboro.

(Baca: TOP FILES: Kamu Harus Tahu! Begini Sejarah & Filosofi Malioboro Part I)

“Sebenarnya Jalan Malioboro itu cuma dari (hotel) Inna Garuda atau Stasiun Tugu, sampai Kepatihan (Kantor Gubernur DIY) saja,” ungkap Samantha Aditya, Ketua Komunitas Malam Museum yang juga mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Sejarah itu kepada Okezone.

“Kalau sebelumnya yang dari Tugu Yogya sampai Hotel Inna Garuda, itu Jalan Margo Utomo. Sedangkan dari Kepatihan sampai persimpangan titik nol (depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949), itu Jalan Margo Mulyo. Dari situ ke Alun-Alun Utara Kraton, namanya Jalan Pangurakan,” imbuh dara berusia 24 tahun itu.

Belum lama ini, nama-nama jalan itu dikembalikan seperti asalnya. Sebelumnya, tiga nama jalan di Kawasan Malioboro itu sempat diubah – kecuali nama Jalan Malioboro.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement