Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengintip Tradisi 'Petik Laut' dengan Sesaji Kepala Sapi di Laut Pasuruan

Arie Yoenianto , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2017 |17:26 WIB
Mengintip Tradisi 'Petik Laut' dengan Sesaji Kepala Sapi di Laut Pasuruan
Tradisi 'Petik Laut' di Pasuruan (Foto: Arie/Koran Sindo)
A
A
A

PASURUAN - Nelayan di pesisir pantai utara Kota Pasuruan merayakan tradisi 'petik laut' dan tasyakuran atas hasil tangkapan ikan yang melimpah. Ribuan keluaga nelayan yang diangkut 92 kapal tersebut beriringan menuju perairan di Selat Madura.

Sepotong kepala sapi dan nasi tumpeng yang dihias dalam replika perahu dilarung ditengah laut. 'Petik laut' ini diselenggarakan masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukut kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki kepada para nelayan atas hasil tangkapan laut yang menjadi mata pencahariannya.

Selain sebagai tradisi yang sudah turun temurun tersebut, petik laut ini merupakan rangkaian dari perayaan Hari Jadi Kota Pasuruan ke 331 tahun. Petik laut ini juga sebagai salah satu hiburan keluarga dan masyarakat pesisir untuk menikmati suasana dan keindahan laut.

"Ada sebanyak 92 kapal yang ikut mengiringi larung sesaji ini. Para nelayan mengajak keluarga dan masyarakat pesisir ikut menyaksikan dan merayakan petik laut yang telah menjadi tradisi turun temurun," kata Imam Maulana, seorang nelayan pesisir Kota Pasuruan, Senin (13/3/2017).

Menurutnya, tradisi petik laut diadakan sebagai upaya dan kepedulian melestarikan tradisi masyarakat nelayan. Dalam tradisi yang menjadi pesta para nelayan tersebut, mereka juga menghias kapal dengan berbagai bendera dan umbul-umbul pada kapal yang sehari-hari dipergunakan untuk mata pencahariannya.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Setiyono, mengatakan tradisi petik laut tetap dipertahankan sebagai upaya untuk melestarikan budaya warisan leluhur dan kearifan lokal. Selain itu, tradisi petik laut ini sebagai sarana mempromosikan wisata bahari yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir Kota Pasuruan.

"Tradisi petik laut ini bisa menjadi daya tarik dan tujuan wisata bagi masyarakat. Tradisi dan warisan leluhur ini harus tetap dipertahankan agar tetap tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat modern," kata Setiyono.

Menurut Setiyono, berkembangnya wisata pesisir pantai ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena itu, ia berharap agar masyarakat pesisir turut serta menjaga kebersihan lingkungan.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement