Tapi pada akhirnya, patung macan yang nampak friendly alias bersahabat itu, mesti dibongkar. Pangdam III/Siliwangi sudah menurunkan perintah dan akan membuatkan patung yang lebih canggih dari sebelumnya.
Terlepas dari itu, menilik sejarahnya, ikon macan sudah eksis sejak masa perang kemerdekaan. Dari berbagai sumber, dikatakan desain logo macan Siliwangi yang ada sekarang, asal usulnya dari seniman Barli Sasmitawinata.
Pada 1946 lampau, Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Abdoel Haris Nasution, memerintahkan anak buahnya mencari seniman yang bisa mendesain logo Pasukan Silwangi. Setelah ditemukan seorang seniman itu, Barli yang menggambar tiga sketsa kandidat logo Siliwangi, dipilihlah logo yang paling dirasa pas.
Tentunya yang memilih adalah sang panglima sendiri. Pak Nas, sebutan AH Nasution, kala itu memilih contoh sketsa ketiga, di mana logonya bergambar kepala macan di dalam sebuah lingkaran dan diselingi tulisan “SLW” atau inisial Siliwangi.
Dulu bentuknya yang dijahit secara sederhana di atas kain belacu, justru terkesan seperti patung macan di Koramil Cisewu, yakni macan dengan wajah yang “friendly”. Akibatnya, logo Siliwangi sempat jadi bahan ejekan tentara Belanda.