Ada persepsi memang, bahwa patung itu adalah patung sebuah institusi militer yang tentunya, tidak pantas kita jadikan bahan lelucon. Tentu kita harus menghormati, terlebih eksistensi Maung Siliwangi tak lepas dari riwayatnya di masa revolusi kemerdekaan (1945-1949).
Tapi sebelum kita bahas sejarahnya, ada satu persepsi pula yang juga jadi bahan pemikiran penulis. Pemikiran yang berasal dari “surat terbuka” seorang kawan penggiat sejarah via Facebook, MD Iman Santoso, pasca-adanya perintah pembongkaran patung ‘nyengir’ itu dari Pangdam III/Siliwangi Mayjen M Herindra.
Pemikiran bahwa dengan viralnya macan lucu itu, masyarakat sipil akan lebih mudah dilakukan pendekatan oleh institusi TNI, sekaligus meningkatkan citra dan kesan bersahabat antara TNI sebagai institusi aparat dengan rakyat.
Belum lagi dengan viralnya patung macan lucu itu, masyarakat di luar kota juga tertarik untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri. Artinya, Koramil 1123 Cisewu bakal jadi salah satu target para travellers untuk dikunjungi.