SIAPA yang tidak mengenal mantan pemimpin Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdulaziz al-Saud? Namanya kerap dibahas di berbagai media Tanah Air menjelang kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.
Dalam sejarah Indonesia, Raja Faisal tercatat sebagai raja Arab Saudi pertama yang mengadakan kunjungan kenegaraan ke Nusantara. Sayangnya, selang beberapa tahun setelah ia mengunjungi Indonesia, Raja Faisal mengalami tragedi yang menandai selesainya masa kekuasaannya dalam monarki Arab Saudi.
Sebagaimana dikutip dari BBC, Sabtu (25/3/2017) pada hari ini tepatnya di 1975, Raja Faisal menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh keluarganya. Keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibu Musaed, menembaknya dari jarak dekat.
Saksi mata menyatakan, sebelum penembakan itu terjadi, Pangeran Musaed sempat mengobrol normal dengan delegasi dari Kuwait yang sedang menunggu kedatangan Raja Faisal. Ketika sang raja tiba, ia mendekati Pangeran Musaed untuk menciumnya. Namun sang pangeran malah mengeluarkan pistol dan menarik pelatuknya hingga tiga kali. Tiga peluru menghantam dagunya hingga menembus telinga Raja Faisal.
Melihat penembakan tersebut, pengawal sang raja menyerang Pangeran Musaed dengan pedangnya. Namun salah satu menteri kabinet Raja Faisal, Sheikh Yaman berteriak agar sang pengawal tidak membunuh Pangeran Musaed.
Raja Faisal sempat dilarikan ke rumah sakit, sayangnya nyawa sang monarki tidak terselamatkan. Sedangkan Pangeran Musaed ditangkap dan diinterogasi untuk mengetahui motif dari pembunuhan itu.
Setelah diselidiki oleh dokter dan psikiater, mereka menyatakan Pangeran Musaed mengidap gangguan jiwa. Bahkan dilaporkan, sebelum dan sesudah pembunuhan Raja Faisal, Pangeran Musaed tampak tenang serta tidak memperlihatkan rasa penyesalan.
Usai melewati tiga hari masa berkabung, Pangeran Khalid diangkat menjadi raja Arab Saudi yang baru. Walau motif dari pembunuhan tersebut masih belum jelas, Pangeran Musaed dijatuhi hukuman penggal pada Juni 1975. Ada satu teori yang menyatakan, bahwa pembunuhan tersebut merupakan balas dendam Pangeran Musaed akibat terbunuhnya kakak tertuanya ketika terjadi bentrok dengan pasukan keamanan Saudi pada 1966.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.