BULELENG - Pelaksanaan hari raya Nyepi sudah dimulai sejak pukul 06.00 Wita, Selasa (28/3/2017). Seperti terlihat saat ini semua lampu sudah dimatikan, tidak ada satu pun warga yang keluar rumah. Bahkan, pintu rumah mereka ditutup rapat-rapat.
Saat ini di jalan raya dari Buleleng menuju Jembrana tidak ada satu pun kendaraan yang lewat, benar-benar sepi. Padahal biasanya jalanan tersebut 24 jam selalu ramai dipenuhi kendaraan besar.
Di jalanan besar ini juga terlihat semua toko tutup. Hal tersebut tidak beda jauh dengan kondisi di Tuban, Badung. Di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu juga sangat sunyi.
Anak Agung Rai Susila, ketua pecalang Desa Banyu Poh, Grogak, Buleleng, mengatakan saat ini semua umat Hindu di Bali sedang merayakan catur brata penyepian.
"Kami saat Nyepi itu ada empat pantangan, di antaranya tidak boleh menyalakan api, tidak boleh bekerja, tidak boleh bepergian, dan tidak boleh bersenang-senang," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.