PERJALANAN karier William Henry Harrison sebagai presiden Amerika Serikat (AS) bisa dibilang unik sekaligus tragis. Pada inagurasinya, Harrison menyampaikan pidato terpanjang dalam sejarah pengukuhan presiden AS. Berdiri tanpa mantel tebal di tengah cuaca dingin, Harrison menyampaikan pidato hingga sekira dua jam.
Tragisnya, masa jabatan Harrison amat singkat. Hanya 31 hari setelah bekerja di Ruang Oval, presiden ke-9 AS itu meninggal dunia akibat pneumonia atau paru-paru basah di Gedung Putih.
Lahir di Charles County, Virginia, pada 1773, Harrison sempat mengenyam studi kedokteran di perguruan tinggi. Tetapi, alih-alih menyelesaikan pendidikannya, Harrison memilih bergabung dengan tentara Angkatan Darat AS dan ditempatkan di teritori Northwest.
Seperti dinukil dari History, Selasa (4/4/2017), pada 1800, Harrison ditunjuk menjadi gubernur untuk kawasan Indian dan memperlihatkan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya. Pada 1811, ia memimpin tentara AS melawan konfederasi Indian yang dipimpin kepala suku Shawnee, Tecumseh. Kemenangan Harrison pada Pertempuran Tippecanoe pun mengakhiri harapan Tecumseh untuk persatuan Indian melawan ekspansi AS.
Pada perang 1812, Harrison meraih kepopuleran sebagai komandan militer. Kala itu, ia merebut kembali wilayah Detroit dari Inggris. Di saat yang sama, ia juga mengalahkan pasukan gabungan Inggris dengan penduduk asli Amerika dalam Pertempuran Thames.
Pada 1816, Harrison dipilih menjadi anggota di badan perwakilan, House of Representatives. Pada 1825, ia ditahbiskan menjadi anggota Senat. Dan pada 1840, Harrison dinominasikan sebagai sebagai calon presiden.
Kampanye Harrison bersama rekannya, John Tyler, mengusung slogan "Tippecanoe dan juga Tyler” sukses besar. Mereka pun berduet memimpin Negeri Paman Sam.
Upacara inagurasi Harrison sebagai presiden AS dilangsungkan pada 4 Maret 1841. Kala itu udara amat dingin, namun Harrison menolak mengenakan jaket atau topi. Tak hanya menyampaikan pidato selama sekira dua jam, ia juga mendatangi tiga pesta inagurasi.
Tak lama setelah pengukuhannya sebagai orang nomor satu di AS, Harrison divonis terkena pneumonia. Pada 4 April, President Harrison meninggal di Washington. Wakil Presiden John Tyler pun segera mengisi kekosongan tampuk kepemimpinan, serta menjadi orang pertama yang berkantor di ruang oval melalui insiden kematian seorang presiden.
Harrison meninggalkan seorang istri, Anna, dan tiga anak. Cucunya, Benjamin, menjadi presiden ke-23 AS pada 1889. Tidak seperti kakeknya, Benjamin Harrison menyelesaikan masa bakti sebagai presiden AS secara penuh. Ia kalah dalam pemilu berikutnya pada 1892. Grover Cleveland pun naik ke puncak kepimpinan AS.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.