SEOUL – Seorang peneliti senior di Institut Sejong, Cheong Seong-chang memprediksi, Korea Utara (Korut) akan kembali meluncurkan uji coba nuklir pada penghujung April 2017. Uji coba tersebut dilakukan dalam rangka merayakan berdirinya Tentara Rakyat Korea.
“Kemungkinan Korut mendorong uji coba nuklir sebelum ulang tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea ke-85 pada 25 April mendatang tidak dapat dikesampingkan,” tutur Cheong Seong-chang, mengutip dari Yonhap, Selasa (11/4/2017).
“Saya berasumsi Korut akan menyelesaikan kemampuan nuklir mutakhir lewat uji coba terakhir jelang terbentuknya pemerintahan baru di Korea Selatan (Korsel) sebelum berupaya memagari diri dengan pemerintah baru itu memakai pembekuan uji nuklir sebagai kartu truf,” sambung Cheong.
Pejabat-pejabat pemerintahan Korsel sendiri yakin Korut siap kembali melakukan uji coba nuklir keenam kapan saja sesuai keputusan sang Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un. Sejak 2006, Pyongyang sudah melakukan lima kali uji coba nuklir.
Korsel diketahui akan menyelenggarakan pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Mei 2017. Pilpres tersebut dimajukan dari jadwal semula pada 20 Desember 2017 karena Park Geun-hye diberhentikan sebagai presiden pada 10 Maret lalu. Sesuai undang-undang (UU) pilpres wajib digelar dalam jangka waktu 60 hari sejak presiden dilengserkan.
Cheong Seong-chang menduga, Korut akan meluncurkan roket satelit terlebih dahulu sebelum melakukan uji coba nuklir atau rudal balistik antarbenua. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sanksi dunia internasional yang silih berganti dijatuhkan.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.