nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diterjang Abrasi, Jalan Lintas Barat Bengkulu-Lampung Terancam Putus

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 20 April 2017 09:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 20 340 1672135 diterjang-abrasi-jalan-lintas-barat-bengkulu-lampung-terancam-putus-rUinDDgskz.jpg Dampak abrasi, Jalinbar Bengkulu-Lampung nyaris putus

BENGKULU - Jalan lintas barat (Jalinbar) di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, terancam putus. Jalan penghubung Bengkulu-Lampung itu diterjang abrasi air laut di kawasan pantai linau sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi abrasi sudah memakan tepian badan jalinbar di wilayah itu, sepanjang sekira 50 meter. Tidak hanya itu, abrasi juga sudah mengancam ratusan pemukiman penduduk di wilayah tersebut.

Salah satu warga setempat, Farida mengatakan, ketika air sedang pasang maka air laut akan masuk ke badan jalan. Tidak hanya itu, kata dia, pemukiman penduduk yang berada di sekitar pun ikut menjadi dampak dari abrasi tersebut.

''Jika tidak diatasi dengan segera, maka jalan lintas ini akan putus. Kondisi ini juga mengancam pemukiman penduduk,'' kata Farida, saat ditemui Okezone.

Farida menambahkan, jalinbar tersebut merupakan jalan penghubung satu-satunya menuju ke Provinsi Lampung atau menuju ke pulau Jawa. Ia pun berharap, pemerintah dapat melakukan perbaikan jalan dengan memasang penahan gelombang di tepi jalan yang mulai amblas tersebut, serta di sepanjang belakang pemukiman penduduk di wilayah itu.

''Jalan itu sudah mulai amblas. Kalau tidak segara ditanggulangi maka jalan akan putus,'' tutur Farida.

Hal senada juga disampaikan Syaipul warga setempatl. Dia merasa khawatir dengan kondisi jalinbar itu yang kian hari kian memprihatinkan. Setiap hari air laut selalu menerjang badan jalan. Begitu juga dengan kondisi pemukiman penduduk di sepanjang pantai Linau tersebut.

Terlebih lagi, kata dia, dua bulan ke depan sudah hari raya Idul Fitri, yang tentunya ribuan kendaraan akan melintasi jalinbar, baik dari arah Bengkulu maupun dari arah Lampung. ''Yang kita khawatirkan banjir rob. Sebab, bibir pantai dengan pemukiman warga sudah tidak ada jarak lagi. Begitu juga dengan badan jalan,'' ujar Syaipul.

''Setidaknya jalan itu mesti dibangun penahan gelombang, agar jalinbar dan ratusan pemukiman penduduk terkena dampak yang kian hari kian bertambah parah,'' Syaipul menambahkan.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini