Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Jerman Barat Bergabung dengan NATO

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 09 Mei 2017 |06:01 WIB
HISTORIPEDIA: Jerman Barat Bergabung dengan NATO
Foto para pemimpin negara yang menandatangani kesepakatan NATO (Foto: Istimewa)
A
A
A

SETELAH Perang Dunia II berakhir pada 1945, Jerman terbagi menjadi dua negara yang berbeda ideologi. Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis menguasai wilayah Jerman Barat dan Berlin Barat, sedangkan daerah Jerman Timur dan Berlin Timur berada di bawah kontrol Uni Soviet.

Meskipun di depan publik baik AS dan Uni Soviet menyatakan ingin menyatukan kedua Jerman dan memerdekakannya, tetapi segera terlihat bahwa hal itu sulit terjadi. Kedua belah pihak hanya dapat menerima penyatuan Jerman jika bermanfaat bagi kepentingan spesifik masing-masing.

Sebagaimana dikutip dari History.com, Selasa (9/5/2017) pada 1949, AS, Inggris dan Prancis menggabungkan zona pendudukan mereka di Jerman Barat dan membentuk negara baru dengan nama Republik Federal Jerman. Langkah itu segera direspons Uni Soviet dengan mendirikan Republik Demokratik Jerman di wilayah pendudukan mereka di Jerman Timur.

Setelah AS, Inggris dan Prancis menyelesaikan masa pendudukannya di Jerman Barat pada 5 Mei 1955, wilayah itu segera menjadi sebuah negara merdeka. Empat hari setelah peristiwa itu, Jerman Barat dimasukkan ke dalam keanggotaan aliansi pertahanan blok Barat, NATO.

Para pembuat kebijakan di AS merasa masuknya Jerman Barat ke dalam NATO merupakan langkah penting untuk pertahanan Eropa. Meski beberapa negara termasuk Prancis merasa enggan untuk kembali mempersenjatai Jerman, AS meyakini Jerman Barat adalah bagian yang penting untuk membentuk sebuah perimeter guna menangkal segala upaya ekspansi Uni Soviet.

Uni Soviet kembali merespons langkah itu dengan membentuk Pakta Warsawa, sebuah aliansi militer antara Rusia dengan negara-negara satelit Uni Soviet di Eropa Timur, termasuk Jerman Barat, pada 14 Mei 1955.

Masuknya Jerman Barat ke dalam NATO menjadi langkah terakhir untuk mengintegrasikan negara itu ke dalam sistem pertahanan Eropa. Langkah itu juga menutup kemungkinan terjadinya upaya reunifikasi Jerman dalam waktu dekat.

Selama 35 tahun berikutnya Jerman Barat dan Jerman Timur menjadi simbol permusuhan di dalam Perang Dingin. Barulah pada 1990 kedua Jerman dapat kembali bersatu menjadi sebuah negara merdeka. Negara Jerman yang bersatu tersebut tetap menjadi anggota dari NATO.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement