Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Topeng Kematian Napoleon Bonaparte

Emirald Julio , Jurnalis-Senin, 15 Mei 2017 |08:02 WIB
KISAH: Topeng Kematian Napoleon Bonaparte
Foto kumpulan topeng kematian Napoleon Bonaparte (Foto: Vintage News)
A
A
A

TOPENG kematian merupakan salah satu cara populer yang dilakukan di Eropa untuk mengenang orang yang meninggal dunia sebelum terciptanya teknik fotografi. Topeng tersebut biasanya dibuat dari bahan dasar lilin atau gips yang dicarikan dan langsung dituang ke wajah jenazah sehingga terbentuk ukiran bentuk persis wajahnya.

Topeng-topeng tersebut acap kali digunakan untuk upacara pemakaman dan juga dipamerkan di universitas, museum hingga perpustakaan. Pasca pecahnya perang sipil di Prancis, khususnya di era kepemimpinan Napoleon Bonaparte, negara tersebut memiliki tradisi untuk membuat topeng kematian untuk jenazah kaum elit.

Namun akibat kekalahannya di Pertempuran Waterloo, Napoleon diasingkan di pulau Santa Helena. Di pulau tersebut, Napoleon pun mengembuskan napas terakhirnya pada 5 Mei 1821 di usia 51 tahun.

Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Senin (15/5/2017) karena sesuai tradisi, maka topeng kematian untuk Napoleon pun dibuat. Namun bukan hanya ada satu topeng kematian tapi ada sejumlah topeng sehingga memicu berbagai misteri yang masih membayangi pembuatan topeng-topeng tersebut.

Terdapat beberapa teori terkait pembuatan topeng kematian Napoleon. Teori pertama dan yang paling sering digunakan adalah topeng kematian tersebut dibuat oleh dokter pribadi Napoleon, Francois Carlo Antommarchi. Antommarchi membuat cetakan pertama yang kemudian dilanjutkan dengan dibuatnya ukiran dari tembaga.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement