Image

Kronologi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa 4 Prajurit TNI di Natuna

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis · Rabu, 17 Mei 2017 - 20:37 WIB
foto: antara foto: antara

JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Denny Tuejeh memaparkan kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa empat prajurit Arhanud 1/K di Natuna Kepulauan Riau (Kepri). Peristiwa itu bermula saat salah satu pucuk meriam giant bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan.

Namun, senjata tersebut mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan.

“Dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia,” jelas Denny, Rabu (17/5/2017).

 Selain itu, delapan prajurit lainya mengalami luka-luka karena terkena tembakan. Saat ini para korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat. 

 “Korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” tandasnya.

 Seperti diketahui, prajurit melakukan gladi bersih untuk latihan kesiapsiagaan PPRC 2017 yang akan dilakukan pada Jumat 19 Mei mendatang. Rencananya, TNI akan melakukan pembaretan kepada gubernur se-Indonesia. Selain itu, Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming