Share

Catat! Pembangunan Jembatan Bengawan Solo Bojonegoro Selesai Desember 2017

ant, · Jum'at 19 Mei 2017 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 19 519 1694864 catat-pembangunan-jembatan-bengawan-solo-bojonegoro-selesai-desember-2017-1YwCXwqfjn.JPG Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menargetkan pembangunan jembatan di atas Sungai Bengawasn Solo yang menghubungan Trucuk-Kota senilai Rp84 miliar dari APBD selesai Desember 2017.

"Sesuai kontrak pembangunan jembatan Bengawan Solo Kecamatan Trucuk-Kota harus sudah selesai Desember," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bojonegoro Andik Tjandra, di Bojonegoro, Jumat (19/5/2017).

Saat ini kontraktor mulai mempersiapkan pembuatan rangka jembatan Bengawan Solo di Kecamatan Trucuk-Kota dengan alokasi anggaran Rp59 miliar dari APBD 2017. "Saat ini masih uji coba material baja jembatan juga kabel dan lainnya di Sucofindo," katanya menegaskan.

Ia menyebutkan, pembangunan jembatan Bengawan Solo yang dimulai sejak setahun lalu dengan alokasi anggaran Rp25 miliar dari APBD 2016 dimanfaatkan untuk membangun pondasi jembatan juga pekerjaan lainnya.

Sesuai data jembatan Bengawan Solo, Kecamatan Trucuk-Kota memiliki panjang 145 meter, lebar 9,75 meter dengan model lengkung grider. Melihat perkembangan pekerjaan, ia optimis kontraktor bisa merampungkan pekerjaan pembangunan jembatan Bengawan Solo Trucuk-Kota pada bulan Desember.

Menurut dia, keberadaan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Trucuk- Kota itu akan mempermudah akses warga di utara Bengawan Solo. Selama ini warga di sejumlah desa di Kecamatan Trucuk harus berputar melewati jembatan Bengawan Solo di Desa Banjarjo, Kecamatan Kota, dengan jarak sekitar 10 kilometer, atau menyeberang dengan memanfaatkan perahu tambang di sejumlah lokasi tambang Bengawan Solo.

"Keberadaan jembatan Bengawan Solo itu memudahkan warga di sejumlah desa untuk berhubungan ke kota," ucapnya menambahkan.

Kepala Desa Tulungrejo Darto menjelaskan, kenaikan harga tanah di desanya bisa mencapai empat sampai lima kali lipat dibandingkan sebelum ada rencana pembangunan jembatan Bengawan Solo.

Ia memberikan gambaran, harga tanah ukuran 9X10 meter yang biasanya hanya berkisar Rp8 juta-Rp9 juta, sekarang naik menjadi sekitar Rp40 juta.

"Di Desa Trucuk, yang berdekatan dengan lokasi jembatan kenaikannya lebih tinggi lagi," katanya menegaskan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini