Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2017 |08:00 WIB
KISAH: Jeffrey Hudson, Kurcaci dari Kerajaan Inggris yang Menentang Perbudakan
Jeffrey Hudson dan Keluarga Raja Charles I serta Ratu Henrietta Maria. (Foto: The Vintage News)
A
A
A

JEFFREY Hudson, pria asal Inggris ini terlahir hanya dengan tinggi sekira 0,5 meter. Krena hal inilah, ia kemudian dijuluki sebagai kurcaci dan menghabiskan sebagian hidupnya menjadi pendamping Ratu Inggris, Henrietta Maria. Meski terlahir tak sama dengan orang pada umumnya, namun Hudson menjalani hidup penuh petualangan yang menarik.

Petualangan Hudson tersebut kemudian menjadi bagian dari warisan sejarah Kerajaan Inggris. Pada masa itu, sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan Inggris untuk memiliki seorang kurcaci dengan tujuan sebagai hiburan. Penampilan mereka yang mirip anak-anak, namun memiliki kecerdasan orang dewasa menjadi daya tarik utama para kurcaci di mata para bangsawan hingga raja sekalipun.

Hudson pada dasarnya terlahir dari ayah dan ibu yang normal. Namun, pria yang lahir di Oakham, Inggris itu seiring pertumbuhannya menunjukkan tanda-tanda adanya kelainan hormon. Pada 1626, tepatnya ketika Hudson berusia tujuh tahun, ia yang dianggap sebagai 'sesuatu yang langka' kemudian dibawa oleh Ducches of Buckingham meninggalkan kedua orangtua, tiga saudara laki-laki dan seorang saudara perempuannya.

Tak lama setelah itu Ducches of Buckingham mengundang Raja Charles I dan istri mudanya Ratu Henrietta Maria dari Prancis dalam sebuah perjamuan. Dalam perjamuan tersebut Ducches of Buckingham menyiapkan kejutan bagi pasangan Raja dan Ratu dengan menyembunyikan Hudson di sebuah kue pie berukuran besar.

Kue pie tersebut sengaja ditempatkan persis di depan raja dan ratu. Sesaat setelah kue diletakkan, Hudson langsung keluar dari dalam kue secara mengejutkan. Ratu Henrietta Maria nampak sangat terhibur dengan kejutan tersebut dan kemudian mengisyaratkan niatnya untuk membawa pulang Hudson. Tentu saja permintaan ini dengan mudah dikabulkan oleh Ducches of Buckingham.

Begitulah cerita bagaimana seorang Jeffrey Hudson bisa menjadi orang yang dekat dengan pihak kerajaan. Kala itu, Ratu Maria tinggal terpisah dari suaminya. Hal ini karena ia merupakan seorang Katolik Roma. Ketegangan antara umat Katolik dan Protestan tengah memanas saat itu.

Sayangnya, hal yang menyedihkan bagi Hudson yaitu para kurcaci diperlakukan layaknya hewan peliharaan. Kondisi fisik mereka membuat mereka dianggap bukanlah manusia sepenuhnya. Selain Hudson dan terdapat dua kurcaci lainnya yang tinggal di Danish House atau kediaman Ratu Maria. Dan juga ada seorang manusia raksasa bernama William Evans. Ia dianggap sebagai raksasa karena mengalami kelebihan pertumbuhan.

Kemudian pada 1630, Ratu Maria mengirim delegasi ke tanah airnya, Prancis, untuk mencari seorang bidan guna merawat kehamilan pertamanya. Hudson yang saat itu berusia 10 tahun turut dalam rombongan. Tetapi ketika perjalanan pulang, Hudson ditangkap oleh bajak laut yang bertugas di bawah bendera Spanyol sebagai bagian dari perang yang sedang diperjuangkan di Selat Inggris antara Belanda dan Spanyol. Beruntung setelah bajal laut Dunkrik selesai melakukan penjarahan kapal sang ratu, mereka memutuskan untuk membebaskan para sandera termasuk Hudson.

Tujuh tahun kemudian, Hudson kembali melakukan perjalanan di benua Eropa dan menjadi saksi pengepungan Kota Breda di Belanda yang dikuasai orang-orang Spanyol oleh Pangeran Frederick Henry bersama tentara Inggris. Kemenangan ini merupakan salah satu poin penting dari perang antara Spanyol dan Belanda, tapi ini juga merupakan titik penting dalam kehidupan Hudson.

Bunyi letupan senjata dan aksi para tentara saat berperang membuat Hudson terpesona dan berniat untuk mempelajarinya. Ia kemudian menerima pelatihan menembak dan menunggang kuda di rumah ratu tak perduli dengan kekurangan fisiknya. Kemudian perang sipil antara Raja Charles dan pihak anggota parlemen, Oliver Cromwell pecah di Inggris. Pada kesempatan ini, Hudson ditunjuk sebagai Kapten Kuda atau kapten kavaleri. Awalnya banyak yang menganggap lelucon atas pemilihan Hudson ini, namun ia sendiri menganggap ini sebagai hal yang serius.

Hudson kemudian menyebut dirinya sendiri sebagai "Kapten Jeffrey Hudson". Di masa perang ini, Ratu Maria kemudian memutuskan untuk meninggalkan Inggris guna mencari perlindungan di Prancis. Hudson pun ikut pindah bersama sang ratu. Dan pada saat inilah, Hudson memutuskan untuk mengakhiri penganiayaan yang dialaminya dan menolak untuk melanjutkan perannya sebagai hewan peliharaan atau badut Ratu.

Pada Oktober 1644, sebuah perseteruan terjadi antara Hudson dan salah seorang kerabat ratu. Pegawai istana itu ditantang untuk melakukan duel, yang sebelumnya ia anggap sebagai lelucon lawan Hudson. Tapi Hudson menganggap ajakan itu sebagai hal yang serius hingga kemudian menembak kerabat ratu dan mengakhirnya dengan tawa.

Duel dilarang di Prancis, dan pertumpahan darah dipandang sebagai tindakan yang tidak menghormati Kerajaan Prancis. Setelah kejadian ini, Jeffrey Hudson diusir dari Prancis guna menghindari kematian. Ia berusia 25 tahun saat duel terjadi, dan pengasingannya justru membawanya ke perompak asal Ottoman, Turki. Hudson lalu menghabiskan 25 tahun berikutnya sebagai budak di Afrika Utara.

Tidak diketahui dengan jelas bagaimana dia dibebaskan dari pengasingan, tapi dia muncul kembali di Inggris pada 1669. Jeffrey Hudson menjalani kehidupan yang miskin. Ia menerima beberapa bantuan keuangan dari Duke of Buckingham, untuk waktu yang cukup lama. Pada 1676, Hudson dipenjara karena agamanya. Sentimen anti-Katolik kala itu tengah memuncak di Inggris.

Setelah menghabiskan empat tahun di penjara ia dibebaskan, namun kesehatannya memburuk. Jeffrey Hudson meninggal dua tahun setelah dibebaskan, dalam keadaan yang tidak diketahui. Ia dimakamkan di sebuah kuburan yang tidak bertanda, namun kehidupannya telah diabadikan oleh penulis bernama James Wright. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement