JAKARTA - Pascatewasnya taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Brigdatar Mohammad Adam, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Divisi Propam Polri dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) melakukan penyelidikan. Hasilnya 14 orang taruna yang diduga mengeroyok Adam ditetapkan sebagai tersangka dan dipecat secara tidak hormat.
Dalam proses penyelidikan, ternyata Gubernur Akpol Irjen Anas Yusuf juga dimintai keterangannya oleh dua lembaga pengawas internal Polri tersebut.
"Gubernur Akpol sementara hanya dimintai keterangan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (24/5/2017).
Dari keterangan Anas ini, kata Setyo sangat membantu penyidik dalam mendalami kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Adam.
"Gubernur Akpol sudah banyak memberikan informasi-informasi kepada tim," katanya.
Sekadar informasi, selama proses penyelidikan penyidik Polda Jateng memeriksa 21 saksi yakni dari taruna Akpol : Amw, Igr, Rat, Sff, Dkan, R.Car, M. Rr, Ryw, Raa, Apf, Makm, Ern, Tpu, Aij, Pss, Aan, Ctbd, Rii, Rap, Jss dan Mkl dan pengasuh ada tiga orang yakni AKP Cfr, AKP Ab, AKP Dakg.
Sementara identitas 14 tersangka adalah Rlw, Gcm, Ea, Jed, Mb, Ha, Cae, Aku, Gjn, Rap, Cas, Rk, Iz dan Pds.
Tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUH Pidana subsider 351 Ayat (3) KUH Pidana jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP yakni bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsider penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.