Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol di Minahasa

Subhan Sabu , Jurnalis-Jum'at, 26 Mei 2017 |14:58 WIB
Ziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol di Minahasa
Makam Tuanku Imam Bonjol di Minahasa (foto: Subhan Sabu/Okezone)
A
A
A

Batu besar tempat Tuanku Imam Bonjol salat berada dalam bangunan yang dijadikan musala. Terletak persis di sebelah aliran Sungai Malalayang yang jernih dengan bebatuan yang indah. Di atas batu terdapat jejak kaki berukuran besar yang diyakini merupakan jejak kaki dari salah satu penyiar agama Islam ini. Selain batu, terdapat sumur yang airnya sangat dangkal dan dapat diraih dengan gayung. Di sumur ini, Tuanku Imam Bonjol biasa mengambil air wudu.

"Batu itu dulu berada di tengah-tengah sungai, pada 13 Februari 2006, batu itu dihantam banjir, untung saja ada peziarah yang dengan rela menyumbangkan uangnya untuk menarik batu itu ke pinggiran sungai, dekat dengan sumur tempat Tuanku Imam Bonjol mengambil air wudu," ujar Nurdin Popa, salah satu penjaga makam kepada Okezone.

 

Sebelum dijadikan musala, batu itu dahulunya berada di ruang terbuka. Usai diterjang banjir, barulah dibuat bangunan musala dan bangunan pelindung air yang dananya berasal dari swadaya para peziarah yang berkunjung ke makam maupun lewat kotak sumbangan yang diletakkan di pintu masuk makam dan tempat ibadah Tuanku Imam Bonjol.

"Dulu tempat ini terbuka, 2006 baru saya bikin ini, tapi dananya cuma dari tamu-tamu yang ziarah ke sini, bantu-bantu, makanya tegel-tegelnya berbeda-beda warna, karena masing-masing orang yang sumbang. Kalau khusus dari pemerintah daerah sendiri belum ada bantuan," jelas Nurdin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement